Pages

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

25 April 2012

Ulasan Indonesia Strong From Home

Aku suka menyimak, mencatat, dan terkadang mengaplikasikan ilmu yang diajarkan beliau dari program Indonesia Strong From Home yang kudengar. Bersama Penyiar Mba Nancy Mokoginta dari radio smart fm. Dialah Ayah Edy, seorang praktisi pendidikan. Paparan beliau menurut aku ngena banget ke aku, yang memang bergelut di dunia pendidikan. Dari beliau walau hanya mendengar tanpa pernah bertemu, aku mendapat ilmu dan pemikiran yang menjadi harta karun berharga pada diriku, di dunia pendidikan, dunia parenting, dunia anak usia dini. 

Sekarang aku berkesempatan untuk menuliskan paparan beliau dalam blog. 
Apa kata ayah edy melalui program Indonesia Srong From Homenya. Pasang mata. Ini adalah bacaan positif, harta karun untuk otak anda.^__^

Otak sama halnya seperti komputer. bahkan lebih canggih. 
Seperti yang kita tahu, komputer sebelum pogram - program di masukkan lebih dahulu di masukkan antivirus. Apa isi programnya? Ya, tergantung kepentingan yang punya itu PC atau notebook.
Ini berlaku juga seperti otak. Otak anak kita. Anak ibarat kertas putih kata Jhon Locke. Orangtuanya lah yang pertama mengukirnya. Jadi dengan kata lain, tergantung orangtua memasukkan program baik atau buruk. Usia TK dan SD rentan untuk menerima hal - hal yang buruk yang nantinya tersimpan di alam bawah sadar. 
Maka penting bagi kita para dewasa, para orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak. Karena setiap anak yang dilahirkan, ia akan mencontoh. Peniru ulung. Apa yang di lihat akan mempengaruhi jiwa anak. Anak tidak saja melihat apa yang ditiru orangtua, tapi saat ini ada media televisi, ada internet, yang riskan untuk mereka tiru. 

Inilah gunanya mensterilisasikan anak dan mengimunisasikan anak. Maksudnya? STERILISASI yaitu anak dijauhkan dari realitas. Virus - virus di blok. Dengan cara memilih program baik untuk anak. Para orangtua memberi perilaku/ contoh baik. Menjelaskan pada anak penjelasan dengan bahasa anak, mengapa ini tidak baik. satu kasus misalnya, soal jajan. Mengapa tidak boleh jajan, kandungan apa dalam jajanan tersebut? Jelaskan. Pada saat anak telah mempunyai yang namanya imun sistem. Ujilah. Ini yang di namakan Imunisasi. IMUNISASI yaitu anak didekatkan kepada realitas. Diberikan pemahaman konsekuensi. Ini akan berpengaruh --> Anak kokoh dalam berbagai situasi.

Orang yang sukses adalah orang yang belajar untuk satu hal yang terbaik di dunia. Contohnya: Bill Gates dengan softwarenya. 

Yang masih mempertanyakan perlu atau tidak Calistung bagi anak, ini dia penjelasannya. 

Belajar baca tulis bukanlah merupakan kunci sukses hidup namun sebagai alat pendukung untuk mencapai sukses. Menurut Jane Institute yang dipaparkan oleh Ayah Edy

Jadi Apa yang perlu dilakukan atau dipelajari bagi anak usia dini? 
Berikut adalah 3 hal yang di ajarkan anak usia dini: 
1. Kemampuan kreatif analisis. Cara mengembangkannya adalah dengan kegiatan bermain. Inilah kenapa pentingnya usia dini bermain, memang ini masanya bermain dan bermain baginya adalah belajar. Dengan bermain, anak akan mengembangkan sikap berpikir kreatif, menganalisa mainan. Bertanya ini itu.
2. Kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat. 
Di sekolah jepang untuk mengembangkan anak mengambil keputusan, guru banyak menanyakan pada muridnya dua pertanyaan memakai "how" dan "why". Bagaimana dan Mengapa? 
3. Akhlak
Ini yang paling penting. Orang bisa turun dan naik karena dua hal tersebut (Kemampuan kreatif analisis dan kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat) tetapi orang bisa naik bertahan dipucak karena akhlak. 
Jadi sahabat kalau belum bisa mengajarkan kedua hal tersebut, ajarkanlah anak tentang akhlak. 

Coba direnungkan deh sahabat, aku aja sampai mengangguk - angguk mendengarnya.
pintar membaca, menulis --> Di kantor, Orang jadi sekertaris
pintar berhitung --> Orang jadi akuntan
Lalu siapa yang selalu berhasil jadi Bosnya --> Adalah orang - orang kreatif thingking, Pengambil keputusan tepat dan berakhlak. Tugasnya memecahkan masalah bukan menghafal.

Bayangkan sahabat kalau para guru di sekolah dan para orangtua mengajari anak ketiga hal tersebut. Bagaimana tidak mungkin jika semua anak di Indonesia akan jadi Bos semua. Negara kita bisa mengimpor negara tetangga buat jadi TKI, tenaga kerja India. Lebih Paling penting yaitu kecerdasan emosi, intelek, dan spiritualnya anak seimbang. Wha.. Negeri yang sudah makmur ini makin makmur di kelola generasi bangsa yang pintar dan berakhlak. ^_^

Belum banyak memang yang bisa kupaparkan di lembaran blog ini.Akan ku share kan lain kali. insyaallah, paparan dari beliau. Atau bisa dengarkan langsung radio smart fm 95.9 FM setiap selasa jam 20.00 WIB di program Indonesia Strong From Home atau siaran ulangnya Hari Sabtu jam 10.00 WIB. 

Seperti selalu yang di gaungkan oleh Ayah Edy dalam akhir sesinya.. Let's Make Indonesia Strong From Home. 

23 April 2012

Mari Memaafkan

Tindakan memaafkan umumnya banyak dianjurkan, tidak hanya oleh psikolog melainkan juga oleh dokter, karena banyak manfaat yang bisa dipetik dari tindakan memaafkan ini.  Lalu, mengapa banyak orang sulit memaafkan? Apa dampak negatif yang kita rasakan jika kita tidak memaafkan? Apa kekuatan dari tindakan memaafkan? Jika memaafkan memiliki kekuatan dahsyat yang positif, apa yang harus kita lakukan agar kita mampu memaafkan? Simak artikel berikut yang saya copas dari  http://nikmah.myflexiland.com

Mengapa Sulit Memaafkan? 
Banyak orang sulit memaafkan karena beberapa hal berikut :

>> Kasihan pada Diri Sendiri 
Self-pity atau rasa kasihan pada diri sendiri terjadi karena seseorang terlalu fokus kepada dirinya sendiri, terutama kepada kelemahan diri, dan kurang fokus pada kekuatan diri.  Orang yang sulit memaafkan biasanya adalah orang yang merasa tidak aman dan mempunyai penilaian diri yang rendah. Kesulitan, masalah, penderitaan yang mereka alami seolah-olah pembenaran dari pandangan negatif mereka terhadap diri sendiri, sehingga mereka menjadi sangat marah pada situasi ataupun orang lain yang merupakan sumber dari munculnya kesulitan, terjadinya masalah, ataupun timbulnya penderitaan. 

>> Fokus pada Masa Lalu 
Orang yang tidak bisa memaafkan adalah mereka yang cenderung berorientasi lebih banyak pada masa lalu. Mereka sulit melupakan kesuksesan masa lalu, dan mereka juga sulit melupakan kesulitan, masalah, dan penderitaan di masa lalu. Orientasi yang sangat kuat ini menyebabkan mereka seolah-olah hidup dan ”menghidupkan” masa lalu, terutama saat kesulitan, masalah ataupun penderitaan tersebut harus mereka alami. 

Dengan demikian, penderitaan yang seharusnya cuma sebiji gandum dan berlangsung sebentar, akhirnya sepertinya menjadi segunung, karena tindakan mereka sendiri yang senantiasa menghidupkan penderitaan tersebut. Tumpukan rasa sakit ini akhirnya menggunung dan menjadi sulit serta terlalu dalam untuk dilupakan dan dimaafkan. 

>> Fokus pada Masalah 
Penyebab lain yang membuat orang sulit memaafkan adalah karena mereka cenderung lebih fokus pada kejadian negatif yang menimpa diri mereka daripada fokus memikirkan jalan keluarnya. Masalah yang sebenarnya tidak seberapa, akhirnya seolah-olah diletakkan di bawah mikroskop, dan menjadi berkali-kali lebih besar dari ukuran yang sebenarnya. 

Oleh karena terlihat lebih besar, tentu saja masalah tersebut terlihat sebagai masalah yang sulit bahkan tak mungkin untuk diatasi. Ini membuat mereka menjadi marah pada sumber masalah dan tidak bisa memaafkan sumber masalah tersebut (baik keadaan maupun orang). 

Inilah Akibat Dari Tidak Memaafkan 
Ketidakmampuan memaafkan dapat memberikan berbagai dampak negatif, baik secara fisik, mental, maupun emosional. 

>> Dampak Fisik 
Secara fisik, ketidakmampuan memaafkan dapat menjadi sumber pemicu berbagai penyakit. Kelelahan menanggung beban rasa bersalah dan kecemasan menanggung penderitaan yang menggunung, menyebabkan jantung berpacu lebih cepat dan tekanan darah menjadi lebih tinggi. 

Atau untuk mengalihkan perhatian dari masalah, ada berbagai cara yang ditempuh orang: ada orang yang cenderung mengonsumsi makanan jauh melebihi takaran yang disarankan, akibatnya adalah kegemukan yang membuat orang tersebut menjadi lebih tidak percaya diri. Cara lain yang dilakukan oleh sebagian orang adalah cara sebaliknya –menghindari makanan, atau lebih tepatnya malas makan. Akibatnya, orang yang seperti itu secara fisik juga sama fatalnya– badan menjadi cepat lelah dan lesu, sehingga sulit untuk beraktivitas dan meraih prestasi. 

>> Dampak Mental 
Pastinya, orang yang tidak bisa memaafkan situasi atau orang lain yang menjadi sumber ”masalahnya” adalah mereka yang pikirannya dipenuhi oleh satu hal saja, yaitu kemarahan. Kemarahan ini menutup kemampuan mental orang tersebut untuk memikirkan jalan keluar, memikirkan hal-hal lain yang sepatutnya dipikirkan (keluarga, hubungan sosial, dan pekerjaan). Akibatnya, pikiran menjadi tumpul (hanya tajam untuk memikirkan masalah saja). Pikiran yang tumpul tidaklah berguna untuk meraih prestasi. 

>> Dampak Emosional 
Dampak yang paling parah adalah dampak yang memberikan pengaruh pada sisi emosi orang yang tidak bisa memaafkan. Emosi terkuras habis pada perasaan-perasaan negatif. Perasaan negatif akan mempengaruhi orang tersebut untuk berpikir negatif. Pikiran negatif akan mendorong orang tersebut untuk mewujudkannya dalam tindakan yang negatif pula. Tindakan negatif pastinya akan memberikan hasil yang juga negatif. 

Jadi emosi negatif yang muncul dari ketidakmampuan untuk memaafkan, mendikte arah kehidupan kita untuk menuju ke kehidupan masa depan yang penuh hasil yang negatif. Wah, betapa ruginya kita karena tidak bisa menikmati indahnya dunia, indahnya persahabatan, dan indahnya berprestasi. 

Inilah Kekuatan Memaafkan 
Sebaliknya, kemampuan untuk memaafkan dapat memberikan berbagai dampak positif pada kehidupan kita. 

>> Have a Nice Day 
Sebuah email yang di-forward kepada penulis menceritakan seorang pengemudi taksi yang hampir saja ditabrak oleh pengemudi truk sampah. Namun, bukannya sang pengemudi truk sampah tersebut meminta maaf, ia malah memaki-maki sang pengemudi taksi. Melihat tindakan ini, pengemudi taksi tidak marah, ia memberikan senyum sebagai balasan dari makian, dan sapaan: Selamat pagi, semoga hari ini menjadi hari yang indah untuk Anda. Tentu saja penumpang taksi menjadi bingung dan tergerak untuk bertanya kepada pengemudi taksi mengapa ia tidak marah pada pengemudi truk sampah tadi? Dengan enteng pengemudi taksi berkata,”Saya tidak mau pengemudi truk sampah merusak hari saya yang indah.” Moral dari ceritanya adalah, banyak orang yang menebar sampah dan bau pada kita. Tetapi, jangan sampai hari kita rusak oleh ”sampah” tersebut. Biarkan ”sampah” berlalu, dan tetap nikmati hari yang indah. 

>> Penyembuhan 
Memaafkan memberikan kelegaan dan menyalurkan energi positif yang memiliki kekuatan self-healing (penyembuhan diri). Joel Osteen dalam buku best sellernya: Your Best Life Now, menceritakan tentang seorang dokter yang selalu memberikan rekomendasi tambahan yang sifatnya nonmedis, namun sangat berdampak medis. Dokter ini menyarankan kepada tiap pasiennya untuk selalu berkata positif dan memasukkan energi positif, serta membuang energi negatif (energi yang muncul dari kemarahan karena tidak memaafkan) dengan kekuatan kata-kata berikut: ”Hari ini saya lebih baik setiap harinya untuk tiap bagian tubuh saya.” Kata-kata tersebut disarankan untuk diulang paling sedkit satu kali dalam satu jam. Hasilnya, para pasien dari dokter tersebut mengalami kemajuan dan hasil medis yang luar biasa dibandingkan pasien yang ditangani oleh dokter-dokter lainnya. 

>> Memulai Lebih Baik 
Dengan memaafkan, kita memanfaatkan kesempatan untuk menutup lembaran lama yang kelam dan memulai lembaran baru yang lebih baik. Kesempatan ini membuat kita lebih berorientasi ke depan. Dengan melihat ke depan, kita membuka mata kita lebih luas dan mengarahkan pandangan kita jauh melampaui masalah ataupun rasa sakit yang kita rasakan. Kita bisa belajar dari masa lalu, untuk mengukir masa depan yang lebih baik. 

Bagaimana Memaafkan? 
Memang, memaafkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan pandangan diri positif, kendali diri yang tinggi, dan karakter yang kuat. 

>> Alihkan Pandangan 
Jika kita melihat terus ke arah yang sama, pemandangan yang sama pula yang akan kita dapatkan. Padahal sebenarnya ada banyak hal lain lagi yang menyenangkan yang bisa kita eksplorasi, andaikan saja kita mau mengalihkan padangan. Ada seekor lalat yang mati karena berkutat sekuat tenaga untuk menerobos kaca tebal yang menghalangi jalannya untuk keluar menuju bunga di taman. Padahal hanya beberapa senti saja dari tempat lalat itu terkulai, ada jendela besar yang terbuka. Andai saja sang lalat mau mengalihkan pandangan, ia tidak perlu mengeluarkan tenaga sia-sia hanya untuk mati. 

Jadi, jika kita menghadapi masalah, atau merasakan pedih karena dilukai oleh seeorang atau sebuah situasi, cobalah alihkan pandangan ke tempat lain. Msalnya, coba cari orang lain yang bisa Anda bantu, jangan melulu fokus pada diri sendiri. Begitu jalan keluar ditemui, rasa sakit hati juga akan hilang, sehingga lebih mudah bagi kita untuk memaafkan. 

>> Bertukar Tempat 
Cara lain yang bisa kita lakukan adalah bertukar tempat. Jika mobil kita ditabrak oleh mobil atau motor lain, padahal kita berada di jalur yang benar dan sedang berjalan sesuai aturan, kita pasti akan marah begitu kita melihat situasi dan kejadian tersebut dari sudut pandang kita. 

Marah memang sangat manusiawi, namun agar amarah kita tidak berlama-lama dan kita bisa memaafkan, cobalah ”bertukar tempat” dengan orang yang menabrak kita tersebut. Jika kita telusuri lebih dalam, mungkin kita mendapatkan bahwa orang tersebut sedang panik dan dalam keadaan terburu-buru, karena harus menebus obat bagi anaknya yang sedang sakit. Ketika menabrak mobil kita, orang tersebut juga mungkin akan takut, karena ia berpikir tidak akan mampu membayar ganti rugi. Selain itu, ia juga sedang berpacu dengan waktu untuk membeli obat yang mungkin dapat menyelamatkan nyawa sang anak. Dengan ”bertukar tempat”, mungkin bukan rasa ”marah” lagi yang muncul, melainkan rasa kasihan, rasa simpati, dan rasa ingin membantu. Hasilnya, kita tidak akan sakit hati, dan akan mudah bagi kita untuk memaafkan. 

>> Pandang ke Depan 
Kita hidup di masa kini, bukan masa lalu, dan memiliki harapan untuk meraih prestasi di masa depan. Apa yang kita lakukan saat ini akan membentuk masa depan kita. Masa kini yang dipenuhi dengan tindakan, emosi, dan energi positif, akan membentuk masa depan yang positif. 

Jadi, jika kita ingin masa depan yang positif, yang menyenangkan, berprestasi, bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang, pastikan kita melangkah keluar dari masa lalu yang menyedihkan dan yang membuat kita marah dan sulit memaafkan, untuk menuju masa kini yang menyenangkan. 

Nah, masa depan kita ada di tangan kita. Tanggung jawab untuk menikmati keindahan masa kini dan kesuksesan masa depan juga menjadi tanggung jawab kita masing-masing. Jadi, daripada membiarkan ketidakmauan memaafkan merusak kenikmatan kita untuk melihat keindahan masa kini dan kesuksesan masa depan, mulailah memaafkan sekarang, dan nikmati kekuatan dari tindakan memaafkan. 

Sukses untuk kita semua ^_^

Hal lain yang jadi penambahan saya untuk cara memaafkan adalah mengkomunikasikan apa yang menjadi ketidaksukaan kita terhadap orang tersebut. Di sini yang sulitnya adalah ketika kita mengungkapkan uneg - uneg kita pada dia, kita harus bisa kontrol emosi pada saat berbicara (ini bagian yang tersulit menurut saya tapi bukan tidak mungkin, perlu mengatur nafas, Hufh), lihat juga karakter dia seperti apa, tahu bagaimana caranya berbicara dengan tipe orang tentang dia maksudnya gini walau sesebel sebelnya kita sama dia, kita juga mesti Dan doakan kebaikan untuknya. Aku ga becanda tentang hal ini. | Doakan, ih, lihat aja maleezzz| Ada sebagian orang yang ga sepakat dengan hal ini, aku juga pernah berpikir itu. Tapi silahkan teruskan karena tidak memaafkan hanya akan menyimpan sampah dalam tubuh.   Jadi doakan saja. Setiap doa baik tanpa di ketahui oleh orang yang bersangkutan akan diaminkan malaikat. Ga usah pikir mereka ini, begini begitu. Kita hanya perlu positifkan diri,  untuk kebaikan diri karena tubuh kita pinjaman Allah. Kita hanya perlu punya hati apalagi kalau hatinya bening, Mau Ya Rabb. Sahabat JC pasti tahu kan bagaimana pikiran kalau kenegatifan sudah muncul? Hebat si setan maininnya. Kalau kecenderungan kita negatifan mulu itu ujung - ujungnya juga negatif mulu, walaupun kebaikan dia lebih banyak tapi kita lihatnya yang jeleknya mulu. Pernah dengar istilah kertas kan yang di bubuhi bulatan tinta, lebih lihat tintanya daripada kertasnya seperti itu terkadang cara kita memandang orang, padahal kebaikan mereka mungkin lebih banyak. Kalau tidak ada| Jangan ngeyel pasti ada. Kalau kita positif, insyaallah tetep adem ayem lah hati. Kalau hati adem ayem, enak banget. Lagipula nih sahabat, kalau kitanya menunjukkan ketidaksukaan padanya, dianya makin nyebelin. Biasanya orang kaya gini semakin kitanya ngebales dengan muka nyebelin, dia makin senang. Makanya biar kamunya keren, senyum. Kalau emang orang ini nyebelinnya menurut versi kamu kebangetan, hehehe. Ga usah bacotlah kamunya bilang ini itu ke dia, tunjukkin aja prestasi kamu.

Aku juga masih bertumbuh tentang ini. Tapi aku tahu, hati  itu punya Allah, Allah itu maha baik. Setiap orang pada dasarnya punya hati baik. Para manusianya saja yang tak tahu diri.  Ya, Manusia seperti diriku, kamu, dia, dan mereka.

Pohon

Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon

Dia berkata, ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari pohon:

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon. Lalu dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, semakin banyak nutrisi yang dapat diserapnya. Hal ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Tuhan sebagai Sumber Kehidupan kita.

Ada sebuah cerita menarik. Katanya buah kurma itu manis sekali. Mengapa bisa begitu? Menurut cerita, pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter dan kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam hingga menembus 4 lapisan tersebut dan pada akhirnya menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Hal ini memperlihatkan bahwa ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa.

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang
Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain. Dalam hal ini, kita berbicara tentang prinsip memberi, dimana kita tidak bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk menghasilkan dan membagikan buah. Artinya apa? Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan, jadi bukan sekadar untuk kenikmatan sendiri. Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

Ada satu pelajaran dari Warren Buffet tentang kehidupannya. Beliau adalah salah satu orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan. Beliau masih hidup di rumah yang sama sejak puluhan tahun yang lalu dan masih menggunakan mobilnya yang sama juga. Tetapi ketika kekayaannya mencapai 35 Miliar USD beberapa tahun yang lalu, dia berkomitmen untuk menyumbangkan 31 Miliar USD. Lihatlah bagaimana kondisi beliau sekarang. Kekayaannya justru semakin bertambah.

3. Buah yang dihasilkan pohon menghasilkan biji, dan biji tersebut menghasilkan multiplikasi
Hal ini menunjukkan tentang bagaimana hidup kita hendaknya memberi dampak terhadap orang lain. Kepemimpinan bukan sekadar berbicara mengenai posisi/jabatan, tapi pengaruh dan inspirasi yang dapat diberikan kepada orang lain.

Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon. Semoga dapat diambil ibrah dan hikmahnya.

Sumber: wonosari.com

19 April 2012

Ingin Berguru

"Aku, ibumu, adalah orang di dunia ini yang paling mencintaimu dan tidak ada orang lain yang lebih dari aku dalam hal ini. Tetapi Allah lebih mencintaimu dari aku. Dan kalian/kau pun mencintaiku tapi ada yang lebih baik cintanya yaitu cinta Allah padaku. Dan tidak ada yang lebih mencintai kita, siapapun saja, kecuali Allah. Dan Kitapun mencintai Allah dan Rasul lebih dari apapun, lebih dari siapapun." --Neno Warisman--


Mimpi 2012: Izinkan saya Ya Rabb . Saya ingin mengenal dan berguru pada beliau tentang anak. Semoga  ^-^


18 April 2012

Jodohku

"Mama bermimpi lho...." Katanya padaku saat berdiri di pintu kamar.
"Mimpi apa?"kataku sambil menatap ke arah beliau, setelah sebelumnya sibuk dengan tulisan yang harus di ketik.
Mama duduk mendekat di pingir tempat tidur beralas seprei biru. Dua jengkal dari arahku. "Mama bermimpi kamu mendapatkan lelaki tampan, mapan dan hidup bahagia, serta punya mertua yang sayang" Tentang jodoh lagi batinku. Aku tersenyum.
"Amiiiiiiin." Jawabku singkat penuh pengharapan, mimpi itu menjadi kenyataan. Kenyataan yang menyenangkan. Semoga. 
"Ayo cari." Berlalu dari kamar, memunggungiku. Seakan menegaskan, Lihat usiamu sudah kepala dua De atau Beliau sudah tidak sabar mendapatkan mantu lagi, menimang cucu. Batinku meringgis. Aku lantas tenggelam dengan tulisan - tulisan yang harus ku ketik segera.


Jodoh. Ya, aku memang memikirkannya itu. Namun, Aku tak ingin pusing dengan urusan cinta. Aku mengenal kepribadian pria dari saudara - saudara lelakiku dan bapak. Selebihnya tidak. Paling melihat gelagat pria yang mendekat, menggoda dan semacamnya. Aku binggung dengan urusan cinta yang memandang segalanya indah, bukan karena aku tak menyukai keindahan atau membenci sebuah cinta atau aku pernah merasakan sakit hati yang sangat karenanya. Bukan itu maksudku. Sesuatu yang Ah.. bagaimana caraku menjelaskannya ya? Mungkin tangki cintaku penuh dalam keluarga sehingga aku tak perlu merasa isi ulang keluar, ke seorang pemuda. "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan,berupa perempuan-perempuan,anak-anak, harta benda yang bertempuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik” (Ali- ‘imran 114)
Prinsipku ialah selama cintanya itu belum tersentuh dalam pelaminan, tak ada yang namanya cinta sebenarnya. Jadi soal rasa cinta yang datang, biarlah itu ada, karena kita memang mahluk pencinta. Kalau sudah waktunya, jadikan cinta itu halal dimataNya. Mengarungi yang namanya biduk rumah tangga. 

Sudah lama, aku menyerahkan urusan itu padaNya. Bukan. Bukan berarti urusan lainnya aku tak menyerahkan padaNya. Lebih memprioritaskan, urusan Jodoh, Hak PrerogatifNya. Walau tanpa dimintapun memang Dia yang telah menakdirkan ini semua. Tugasku hanyalah memastikan diriku untuk memantaskan diri di hadapanNya. Dan hal ini masih terus belajar. Kenapa mesti memantaskan diri? Kenapa tidak langsung memikat, toh urusannya gampang kan? Mungkin sebagian lain akan mengatakan hal itu. Dan mungkin sebagian lainnya mengetahui memang semestinya harus seperti itu. Memahami maksudku. 
"Lelaki yang baik akan berdampingan dengan perempuan yang baik" 
"Urusan menikah, urusan keturunan." Keturunan yang baik menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas.
"Jodoh aku bernilai 9, sedangkan aku masih bernilai 6, apa mungkin bisa dipertemukan?" Dengan memantaskan diri itulah caranya. 

**
Aku pernah membayangkan ini, saat dipertemukan jodohku nanti, aku kelak akan memintanya sesuatu. Tepat di acara pernikahan kami, akan ku minta ia, membaca lantunan ayat cintaNya, surat An Nur : 30

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An Nuur : 30)