Pages

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Jemari Menari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jemari Menari. Tampilkan semua postingan

18 April 2012

Untitled

Dia datang. Kali ini entah apa yang ingin dia katakan. Nafasku turun naik. Ataukah ingin mengatakan hal yang sama sebagai sebuah penegasan. Entahlah. Dia. Memasang muka kesatria  menuruni kendaraan roda duanya.  Langkahnya berjalan menemuiku yang duduk di kursi panjang tua dekat danau. Hanya dalam beberapa detik. Ia tepat di hadapanku. Matanya seperti dulu. Tajam, Menyejukkan. 

Aku memulai lebih dulu percakapan. Tersenyum, percakapan basa - basi menanyakan tentang kabar.  Agak kikuk memang, sepersekian detik lebih mencair, lebih mengalir. Dan ia yang lebih dahulu memulai percakapan yang serius itu setelah tak sengaja ku senggol soal pesan yang ia kirim ke nomor pribadiku. 

“Kalau hanya suka saja buat apa? Aku lebih perlu kau tuk hadir bersama. Bersama dalam kehidupanku kelak.” Itu katanya dengan suara amat meyakinkan.

Dadaku mendesir. Perempuan mana yang tak luluh hatinya saat di hujam kata - kata surgawi itu. Ish. Memang pandai sang adam.

Seperti bisa menebak isi otakku. Seorang yang mahir membaca pikiran. Sejurus kemudian ia mengatakan sesuatu, “kalau kau pikir itu rayuan gombal atau hanya bualan. Tidak Aina, kau salah.” Ia terus menyakinkan.

Mataku menatap tajam. Masih keras kepala di depannya. Sama keras kepalanya seperti dia yang  mengatakan itu. Tak mau kalah. 

“Kau tahu kalau kau mau aku melakukan adegan romantis bak film drama yang kau dan aku tonton, aku bisa - adegan menceburkan diri di danau saat sang lelaki meminta sebuah kepastian dari sang wanitanya atau apalah. “Tertawa ku dalam batin atas kata – katanya --Itu konyol. "Tapi tidak.... itu takkan kulakukan, Aina. Bukan! Bukan karena aku tidak suka kau.  Bukan karena aku tak ingin berkorban, atau pun aku seorang pengecut. Itu cinta mereka, Aina. Biarlah mereka melakukan itu. Cinta mereka tidak sama dengan cintaku terhadap wanita anggun yang ada di hadapanku. Cinta bukan itu. Pengorbanan cinta bukan itu; yang menyayat nadinya, yang menyeburkan diri di kolam, atau menghempaskan diri dari atas gedung lantai 15. Itu kebodohan.” Ia menghela nafas, "Aku rela meninggal demi kau. itu omong kosong, tipuan dari lelaki pencari nafsu, padahal sejurus kemudian mereka melakukan yang sama dengan wanita lainnya. Aku berkata serius, Aku juga rela meninggal.... tapi aku tidak sama dengan lelaki itu, ....meninggalkan seluruh kedukaanku untuk menjadikan kau bahagia bersamaku. 

Hufh. Dia membumbungkan lagi sejurus rayuannya. Sial. Tembok pertahananku hampir luruh. Tetapi wajah ini masih saja datar. Ia terus mengoceh.

“Kau tahu.. aku perlu kau saat ini. Kau mimpiku” kali ini ia berkata dengan nada lebih datar. Terdengar serak.

“... dan ketika kau tak perlu aku, kau akan pergi. Meninggalkan mimpimu. Mengejar mimpi lain yang lebih indah di luar sana. Seperti tahun sebelumnya..... Atau sama seperti pria - pria brengksek itu"Aku menyeka bulir - bulir di sudut mata. 

Ia diam. Tidak bergeming.

Sepersekian detik kemudian berkata, “Maafkan aku, Aina. Dulu dan saat ini, yang ku tahu, dalam cintamu membangkitkan semangatku seperti hamka dalam syairnya. Moga untuk selamanya" Bertekuk lutut sambil tangannya memperlihatkan sepasang cincin bermata ungu. 

Gantian aku yang bergeming. Tak terdengar lagi kicauan burung yang merdu atau desiran angin yang menerpa. Yang terdengar hanya suaranya.

***

20 Desember 2011


Kapan?"
Habis dia pasti kamu deh?"
Udah punya belum?"

Kata - kata itu sering kali terdengar saat saudara, tetangga bahkan pernikahan kakak digelar. Wajahku hanya menampakkan senyum termanis abad 2011 (Ahaha.. yang ini lebuay dahsyat). Batinku ga mendengar nada itu bahan ledekan.. hirauku "biarlah orang berkata apa yang penting aku bahagia", tapi emang sedikit buat hati meringgis ya kawan. Ya Ampuun... Siapa yang ga mau Nikah! Ya mau lah. Planning aku emang bukan tahun ini, insyaallah kalau ada jodoh tahun 2012 pertengahan atau akhir tahun. Planning ini harus jadi satu sama calon gw ntar... rumah tangga ibarat sebuah perusahaan harus jelas visi dan misinya ke depan. Kita ngurusin anak bro. bagaimana saat kita sedang bertengkar? menjalankan misi perang dingin atau perang gerilya. Ahahaha... gimana kalau kita buat kesepakatan bicarakan saja, atau kalau malas berbicara tuliskan saja surat letakkan dalam toples kaca, apa yang tidak kau suka darikubegitupun sebaliknya, bagaimana menurutmu wahai calon bapak dari anak - anakku? :)

Saat kita menikah kelak, aku mau minta syarat padamu? begini! kalau kau tak terima silahkan saja, mundur dari kehidupanku. Aku suka dengan orang yang lebih bisa menghargai aku dan aku juga ga berkeberatan menghargai pendapatmu, lagipula aku mencari tipikal orang yang tegas, korelis yang tahu bagaimana caranya menegaskan aku untukmu bukan pribadi yang plin plan dan tidak matang. Coba Lantunkan ayat An Nur tentang menjaga pandangan. setidaknya itu akan kau ingat jika suatu saat nanti kau terpikat oleh cleopatra di luar sana :). gw ngomong kaya gini ga tahu nih.. siapa yang bakal jadi pendamping hidup gw. Yang gw tahu jodoh itu pasti, Allah menciptakan setiap manusia dengan pasangannya. tapi banyakkan ga pastinya sih.. sama siapa, tanggal berapa, hari apa, tahun apa, jam berapa, langgeng apa ga... :)

untuk kau yang sedang galau, di samping kiri kanan sudah pada punya pasangan. jangan tragis gitu dong hidupnya, pantaskan diri sambil menanti pujaan hati. 

2 Desember 2011

"Gapai mimpimu jangan pernah berhenti sampai kau temukan apa yang kau cari
walau jatuh bangkitlah kembali dan lihatlah keajaiban pasti terjadi" 


Tahu lagu ini? Lagu ini di populerkan oleh Rahmi idola cilik. Lirik yang mengena tentang perjuangan bagaimana tidak lelah dan menyerah pada mimpi.. Bangkit! pasti bisa. Buat saya, kata - kata adalah pusaka, kata - positif adalah senjata yang utama. Lagu menjadi teramat bernilai ketika lirik - liriknya punya arti yang positif bukan sekedar kemauan pasar, mendayu, sampai melemahkan iman. Tapi kali ini saya bukan membahas lebih mendalam tentang musik, lirik, apalagi lagu. saya kurang ahli untuk masalah ini, tanyakan saya pada bens leo. Yang saya tahu mendengarkannya, menyanyikannya, menulis lirik semau saya atau mengkritiknya. hehe... 

Setiap orang punya impian. Impian yang mereka mau, yang mereka inginkan, yang mereka mau capai. Setiap orang punya semangat itu. Punya semangat untuk mau menjadi apa yang mereka kehendaki, punya semangat yang ingin menjadi kenyataan, bisa saja di kenal orang banyak, punya hidup mewah, bisa bolak - balik ke mekah, membangun sekolah gratis, dan impian - impian lainnya yang manusia mau. Perjalanan membawa jawaban, ada yang sukses mendapatnya tak jarang  banyak yang gagal meraihnya. Tapi bagaimana hal ini bisa terjadi?

Impian yang mereka pupuk mengikis.. semangat awal begitu mengebu, sandungan kerikil dengan mudah diangkat, masih dengan semangat yang membara, namun perjalanan membawa manusia meghadapi masalahnya, padahal masalahnya sama, namun karena tergenggam lama, ada yang mampu mengatasinya tak jarang jiwa yang labilpun mengharuskan mereka mengakhiri jalan hidupnya. Manusia memang tempatnya berkeluh kesah, tapi sebagai manusia kita juga tak boleh pantang menyerah, jangan bersedih hati itu pesan surat cintaNya. Berdasarkan prinsip adaptasi, yang bisa menyesuaikan adalah yang bertahan, fleksibel. Fleksibel bagian dari kreatif. Kreatif adalah salah satu faktor meraih terwujudnya cita - cita. 

Ya Rabb... sebagai anak muda yang sedang bertumbuh. 
Kami mohon.. tumbuhkanlah cita - cita kami pada jalurMu.. jalur kebaikan
Bangun.. bangunkan kami Ya Rabb
Sadar.. sadarkan jika kami menyerah pada kekangan diri
Hamba percaya Allah selalu ada membantu... 


"Gapai mimpimu jangan pernah berhenti sampai kau temukan apa yang kau cari........."