Pages

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

14 Juli 2011

Belajar Sukses dari Minuman Kesehatan

Kesuksesan milik siapapun yang mau meraihnya dan bisa mempertahankannya. Belajar kesuksesan bisa dari siapapun, dimanapun, dan darimanapun. Ada video menarik yang ingin saya share pada JC Friend semua. Salah satunya kita dapat ambil pelajaran dari Sejarah kesuksesan Minuman Kesehatan, Pocari Sweet. Yuk! Tonton video ini --> http://youtu.be/Ye5iHnmz5XU

Dulu pertama kali melihat video ini, saya melihatnya di tayangkan di Global TV pada waktu siang hari. Melihat runutan sejarahnya bagaimana minuman ini di teliti, ada yang kurang, di coba lagi, hingga pada akhirnya di produksi sampai di kenal seperti sekarang.. butuh proses yang sangat panjang dan berliku. Banyak pelajaran yang saya dapat dari menonton video ini, Benar sekali! Bahwa sukses butuh pengorbanan. Lihatlah bagaimana Perusahaan tersebut gigih di awal pemunculan produknya, walau banyak yang tidak menerima produk minuman yang katanya rasanya "aneh", Selain itu produk ini masih terbilang asing, tapi berkat keberanian dari Presiden Direktur mengambil resiko yang membagikan produknya secara gratis, ditunjang juga membagikan produk tersebut tepat sasaran dan penyuluhan apa manfaat produk ini, Pada akhirnya keyakinan yang hebat itu berbuah hasil. kepantang menyerahan itu terbayar sudah. Kini siapa yang tak kenal dengan produk Minuman Kesehatan tersebut.

Lebih baik disarankan nonton videonya... Temukan Semangatnya dan Moga kita tertular suksesnya!
Salute Belajar dari Orang - Orang sukses. ^.^

24 Juni 2011

Cerita Ringan Sarat Renungan (Episode: Bunda ceritakan aku tentang cinta)


Senja telah datang, terlihat sekelompok burung terbang menuju sarang, mungkin rindu ingin pulang. Sama sepertiku, kegiatanku kali ini mengharuskanku baru sampai ke rumah. Setibanya di rumah, nama pertama yang jadi daftar pencarianku siapa lagi kalau bukan Bunda. 
Aku melihat Bunda di sela - sela santainya duduk di halaman belakang, sesekali ku lihat Bunda menyeruput teh hangat yang ada di tangan, sesekali juga ia melihat bunga mawar yang tumbuh persis di depannya, di halaman belakang. Menikmati cuaca yang tidak panas lagi gersang. Kakiku melangkah mendekatinya.
"Bun.. " Senyumku sambil menyentuh pundaknya. 
Ia menyambutku dengan senyum, menyentuh tangan yang kuletakkan di pundaknya dan menyuruhku tuk duduk di sampingnya. 
"Sini. Sudah makan de. 
"Sudah.. tadi di sekolah Bun. Tumben Bun, sore hari disini, kangen Ayah ya?" Kataku sambil mencandainya.
Yang di becandai tersenyum, terlihat jelas guratan keriput di wajahnya, Bundaku kini tak muda lagi, hampir setengah abad usianya, tapi tetap terlihat cantik mempesona.
"iya kan Bun.. Bunda kangen ayah"

Matanya berkaca - kaca, kepalanya mengangguk - angguk.
"Bun.. apa kangen itu perasaan cinta" Ucapku sambil menatap bunga mawar yang rupawan

"Bisa jadi, menurutmu?" matanya terbelalak mengarahku, matanya seakan bicara apa pula yang aku sampaikan, tak biasanya aku menanyakan cinta padanya.Aku tak menjawab. Lantas ku tanyai pertanyaan kembali padanya, "Bagaimana Bunda dan Ayah bertemu?"

Pipinya memerah. Tersenyum tersipu malu, seperti anak ABG yang baru menjalin asmara saja.
"Ayolah.. Bunda, ceritakan aku tentang cinta" paksaku pada Bunda
"Kau mau tahu Nak.." Hembusan nafasnya terdengar, lantas melanjutkan ucapannya, "Mungkin sama seperti yang lainya, Kita bertemu, kenal beberapa bulan saja lantas memutuskan untuk menikah. Begitulah! Tak ada yang namanya proses berlama - lama menjalin cinta."
Aku terdiam
"kau tahu tidak nak, ayahmu pernah cerita pada Bunda, pertama kali kenal sama Bunda, ia sulit untuk mengungkapkan rasa itu, katanya dia sudah kenal Bunda, kenal karena sering melihat saja tanpa tegur sapa. Sampai - sampai dia mengaku sudah lama merindukan Bunda, padahal kata ayahmu ia tidak tahu siapa Bunda, kenal resmi juga tidak. Itu hal gila katanya.
"Bun... emm... bunda sebelum menikah... de.. de.. dengan Ayah pernah ada rindu juga" terbata - bata aku mengucapnya
"Pernah manis.. dan itu wajar, hanya saja pintar - pintar Bunda untuk mengendalikan itu. Lagipula Bunda tak mau ayahmu kegeeran.Itu lebih baik, karena waktu itu status kita hanya perkenalan, belum ada ikatan resmi."
"Ayah lucu ya Bun.. Rindu pada orang yang tak dikenal, ke.. kenapa?" bibiku terbata - bata lagi mengucapnya
"sebuah perasaan kadang hadir meski tanpa diundang nak, ya Ayahmu rindu yang tersimpan, tapi Bunda salut pada ayahmu karena rindunya tak diumbar sebelum kita resmi ke pelaminan, kalau saja itu di umbar, wah bisa bahaya juga, kau tahu kan tentang bahaya hati?"
Bunda mengambil cangkir tehnya, menyeruput lantas meletakkannya kembali diatas meja yang terbuat dari bambu. Bibirnya mengeluarkan kata, "Cinta dan rindu"
Raut Bunda membaca wajahku, ia seakan tahu apa yang tersirat dalam benakku. Benar saja.. seakan ia menyadari akan hal itu.
"Anak Bunda sudah terlihat besar ya.. Jika kelak nanti kau memperoleh cinta jangan terlalu memujanya melebihi pemujaanMu. Jika rindu itu menghampirimu, rasakan saja, itu lumrah, namun jangan terlena dibuatnya, kau yang mengendalikan, jangan hawa nafsu yang mengarahkanmu. kau lihat itu nak, "mata dan tangannya menunjuk ke arah bunga mawar.
"jadilah sepertinya.Wangi namun jangan lupa punya perlindungan, tak mudah sembarang orang memetiknya, salah - salah mereka akan terkena duri tajamnya. Kau tahu nak menjadi perempuan bisa jadi sumber bencana atau bisa jadi sumber bahagia bagi pria. Untuk ini, lambat laun kau sendiri yang akan mengetahuinya kelak."
Aku menoleh padanya lantas tersenyum. sejujurnya aku ingin menangis mendengar kalimat itu, tapi urung kulakukan, mataku terlihat berkaca, ku pandang saja ke atas langit agar tak meneteskan air mata.
"Dinda, Bunda... tak selamanya menjaga kau. Ada kekhawatiran Bunda padamu, pada anak perempuan Bunda, mungkin kekhawatiran ini juga menimpa keluarga yang mempunyai anak perempuan."
Bunda beberapa detik tersentak diam. Aku masih menunggunya mengeluarkan kata - kata dan hatiku bertanya, khawatir? tentang apa?!
"Kekhawatiran itu adalah free sexs, hamil di luar nikah, entah apa lagi macamnya. Yang harus kau sadari, yang rugi siapa? P-E-R-E-M-P-U-A-N. Pandai - pandai saja menjaga diri. "
Aku masih lekat - lekat menatapnya.
"Nak, kau tahu Bunda tak selamanya menjaga kau? tak selamanya bunda mengawasi kau. Kau yang bertanggung jawab terhadap diri kau. Bunda yakin kau anak yang baik. Suatu saat kau akan menemukan seseorang yang baik untukmu yang diperoleh dariNya."
Bunda menepuk pundakku, kali ini aku tak bisa menahan diri, air mata ini jatuh begitu saja.  

2 Juni 2011

Sebuah Tanda

Hidup memang sulit untuk kita mengerti
Hei.. Jangan - jangan aku yang salah membaca tanda
Kehidupan ini mudah hanya saja aku persulit
Atau kehidupan ini seharusnya mudah namun aku tak tahu kuncinya ada dimana

Pernah pada satu titik, aku berhenti hanya untuk duduk sejenak lantas memperhatikan suatu tanda
Ada apa ini? Apa yang terjadi? Sebuah Ujian atau Cinta Tuhan.
Tak pernah kuragu pada kuasaNya yang ArRahman

Hidup ini akan sulit ku mengerti
terkadang!
Atau jangan - jangan aku saja yang tak bisa membaca tandaNya
Atau aku juga tak tahu letak kunciNya
Atau pula aku abaikan tanda dariNya

Waktu itu
Aku menghadapi sesuatu, itu ada tandaNya
Terkadang aku tahu peristiwa sesuatu terlihat tandaNya
Hei... Tunggu! Aku bertemu dia berkali - kali dengan tandaNya
Apa ini Sebuah Tanda
Aku serahkan semua pada KuasaNya 

30 Mei 2011

Kaya Yuk!

"

Siang itu, Aku dan Sahabatku Nadia berbincang santai , di bawah pohon taman kompleks.

"Cita - cita kamu apa, Rin?" Tanya Sahabatku, Nadia.
"Aku mau jadi orang kaya seIndonesia.
"Ih.. kamu ga takut image kaya, ntar dikira hasil korupsi lho?" Katanya sinis.
Aku tersenyum padanya, aku tahu maksud dia. Nadia memang pernah mengatakan "benci" dengan orang kaya. Waktu itu, di senin pagi, pada saat Kami berangkat sekolah bersama, Rok putihnya kecipratan air genangan hujan oleh ban mobil yang berkendara sangat kencang. Tidak minta maaf. Mobil itu melaju saja. Sejak saat itu dia bilang padaku, ' Orang kaya sombong, aku benci sama dengan orang kaya, seenaknya aja di jalanan, emang jalanan nenek moyangnya apa. Mentang - mentang punya uang.

"Ga semua orang kaya, punya mobil bagus, punya rumah mewah itu hasil korupsi tahu. Aku yakin banyak orang kaya yang memakai cara baik untuk mendapatkan kekayaan mereka. "Aku tersenyum bangga.
"Iya sih.. ga semuanya. Wajar juga sih kamu bilang cita - cita kamu mau jadi orang kaya tapi kamu yakin bisa. Itu kan berat banget apalagi kamu bilang mau jadi orang kaya seIndonesia mana bisa.
"bisa aja.. aku cuma perlu berbuat baik sama oang lain terutama orangtua aku, aku juga harus berusaha mengejar impianku dengan action selain itu aku juga ga lupa berdoa sama Allah. Yakin Bisa!, "Jawabku mantap.
"Ok! itu masuk akal. Tapi kalau nanti jadi orang kaya nanti sombong lho. Hati - hati! Banyak kan cerita orang kaya yang sombong akhirnya jatuh lagi. Hidup ini kan cuma sementara, harus pentingin akhirat. Harta ga dibawa mati.
"Aku tahu hal itu, justru dengan kita menjadi kaya, uang itu bisa kita manfaatkan demi kepentingan umat. Banyak hal yang bisa dilakukan, itu bisa jadi ladang amal. Misalnya saja membangun sarana pendidikan, buat media dakwah, buat televisi nasional yang mendidik, membayarkan orang lain haji dan umrah, membangun mesjid. Bukankah itu membutuhkan uang. Bukankah itu akan menjadi pahala yang mengalir walau kita sudah hanya meninggalkan nama baik.
"Tapi... itu kalau hartanya dimanfaatkan sama orang yang saleh  kalau kita kaya terus lupa." Katanya lagi.
"Gini Bro. Justru itu gunanya teman, sahabat, orang terdekat saling mengingatkan, itulah gunanya kita berteman dekat dengan orang Saleh. Lagipula menjadi fakir dekat dengan kufur. kalau kita ga punya duit apa coba yang kita lakukan? Paling - paling kita cuma bisa pasrah, berdoa. Beda kalau kita kaya, kita punya banyak uang, selain kita bisa berdoa, kita juga bisa banyak memberi. Gimana? Berlomba Jadi Kaya Yuk?"
Temanku terdiam, tak ada kata -kata lagi dari mulutnya. Hanya tersenyum.


Terinspirasi dari seminar Ippho Santosa dan buku 7 Keajaiban Rezeki & Percepatan Rezeki

Jadilah Cahaya

Assalamu'alaikum.. salam sejahtera! (Jawab lho?)
Lama tak menyapa.. menulis dan berbagi kisah di blog ini. Saya belum pernah bahas ini. Kenapa blog ini dinamakan jadilahcahaya. Kenapa? Nama itu penting untuk identitas diri. Selain itu? JadilahCahaya merupakan inisiatif pribadi saya untuk menjadikan blog ini bisa menjadi cahaya, sebagai penerang. Mengingatkan diri sendiri mungkin juga para blogger yang berkenan mampir.

Oh iya. JadilahCahaya... sebuah nama yang sederhana tapi mempunyai makna luar biasa. Saya percaya. Saya, Anda, kalian, semuanya. Makhluk yang Allah ciptakan di dunia ini memiliki cahaya dalam dirinya yang bisa dibagikan ilmunya. Nama itu adalah doa. Jadilah Cahaya, semoga blog ini dapat menjadi cahaya, salah satu blog yang bisa mencerahkan pembacanya.

Blog ini juga memberikan kesempatan kepada saya untuk terus belajar, belajar apapun, menulis apapun. Bersyukur atas apa yang Allah berikan, mensharingkan apapun yang aku temukan, rasakan. Blog ini memang masih jauh dari kesempurnaan, masih harus banyak berbenah sebagaimana pribadi yang masih belajar berbenah diri untuk tujuan yang hakiki. Jika ada saran jangan sungkan layangkan di komentar atau di shoutmix. (Gaya yah!! ^_^)

Salam perkenalan Sahabat JC (JC adalah singkatan dari Jadilah Cahaya)