Pages

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

10 Desember 2012

POLIGAMI?

Kucuran air hujan turun dari langit. Di dalam ruangan besar toko buku, aku melihat itu dari jendela kaca besar lantai dua. Jalanan yang setengah jam lalu masih menampakkan mentari terik, kini tertutup awan gelap. Mengeluarkan barisan air langit. Deras. Membuat jalan tampak basah. Orang - orang terlihat sibuk sedemikian rupa. Pedagang kali lima buru - buru menutup dagangannya dengan plastik besar. Pengendara motor berhenti cepat - cepat di bawah jembatan penyebrangan. Berteduh. Mengeluarkan jaket anti air. Ada yang menancapkan gasnya menerobos barisan derasnya hujan, ada pula yang menunggu sampai hujan reda. Para pejalan kaki banyak yang berteduh di halte,  di bawah jembatan penyebrangan. Pejalan kaki yang membawa payung. Mengembangkan payung bermacam - macam warna di bawah tetesan hujan. Tapi yang tidak membawa payung pun, empat lima anak mengulurkan jasa. Ojek payung dadakan. Memang akhir - akhir ini hujan menguyur Jakarta. Bukan hanya Ibukota tapi seluruh nusantara. Dalam situasi dimana ada orang lain yang mengumpat tentang hujan. Hatiku berucap untung. Untung sudah sampai disini. Di toko buku ini, yang sejuk tanpa kebasahan.  Kalau tidak, nasibku tak ubahnya seperti para pengendara sepeda motor itu. Semenit kemudian, pandanganku kali ini mengarah ke rak - rak buku. Ke tujuanku semula. kenapa berada disini? Apalagi kalau bukan membeli sejumlah buku yang ingin kubaca akhir pekan ini. 

Mulailah pencarianku: mencari - cari buku yang hendak kubeli. Saat buku karangan Steven Covey sudah ku dapat. Sepasang mata ini tak sengaja menoleh ke arah kursi pembaca yang memang disediakan oleh toko buku tersebut. Dari deretan kursi itu telihat sesosok wanita yang ku kenal setahun silam. Apa aku tidak salah lihat? Aku mendapatkan untung yang kedua. Gadis berwajah teduh itu. Duduk takdzim sambil membaca. Mengenakan hijau toska yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dengan di balut pashmina putih yang membungkus rambutnya. Tak disangka. Aku bertemunya kembali.

Kenanganku melesat saat setahun silam aku dan ia bertemu. Bukan di toko buku ini. Tapi di kantor tempat aku bekerja dan Camelia, magang di tempat itu. Ya, nama wanita itu Camelia. Terhitung hanya tiga bulan kurang ia menimba ilmu di perusahaan itu. Pertemuanku dengannya begitu singkat. Namun dalam masa singkat itu justru membuat hatiku gelisah tak menentu. Kalau kalian kenal wanita itu, pasti kalian akan suka sosoknya. Wanita baik. Lembut. Enak dijadikan teman ngobrol dan pemberi masukan yang hebat pula. Entah apa aku memang mencintainya. atau menyukainya. Dan tak kupungkiri aku telah membandingkannya dengan wanita yang telah menungguku di rumah. Apakah harus berbagi cinta?

Pernah suatu hari, aku memberanikan diri mengutarakan sesuatu yang selama ini kuragui. Apa salahnya mempunyai cinta lebih dari satu. Hatiku membenarkan. Kejadian itu sampai kapanpun tak pernah bisa ku lupakan.
Dengan maksud mengungkapkan isi hatiku padanya. Aku memintanya menyediakan waktu. Saat jam makan siang kami bertemu. 
Aku melihatnya lamat - lamat. Maju mudur aku meneguhkan hati. Ini kesempatan emas.
"Mau bicara apa Pak?" Tanyanya saat lama aku diam terpaku.
"Kau janji tak akan marah." 
Wajahnya tanda tanya, setelah ku tanyai kedua kali pertanyaan yang sama. Ia mengangguk walau dengan wajah yang masih tanda tanya. Lantas kuceritakan dengan sedikit kegugupan diawal namun lancar di pertengahan dan akhirnya, tentang apa yang akan kuutarakan padanya: Bagaimana secara diam - diam aku mencintainya. Bahwa aku tahu aku salah mencintainya karena aku seorang pria berstatus suami orang. Bahwa aku selama ini entah kenapa tak bahagia dengan Maida, istriku. Percekcokan kami yang sering. Soal anak yang tak kunjung datang hampir dua tahun pernikahan. Bahkan aku tak sengaja mengeluarkan kata itu pada Camelia. bersediakah Poligami padaku. 
Matanya terbelalak. "Kenapa harus dikatakan.... " Lirih suaranya mengucapkan ini. "Tak seharusnya persoalan itu diceritakan , Pak. Masalah keluarga ibarat aurat yang harus ditutupi. Suami menutup aurat istri dan sebaliknya. Istri hendaknya menutup aurat suami.
Wanita yang usianya beda sembilan tahun denganku itu tiba - tiba diam membisu. 
"Maaf Camelia. Aku... Aku hanya berusaha jujur padamu. Kalau kau marah itu hakmu?"
"Aku sudah berjanji tak akan marah Pak, Tapi Bapak sudah aku anggap seperti kakakku sendiri." Ia menghela nafas. "Tak ada yang salah jika kita menyukai seseorang. Poligamipun tidak di larang dalam islam. Muhammad mengajarkan soal itu. Itu sunahnya kan. Bukan umat Muhammad ketika kita tidak menjalankan sunahnya." Aku tersenyum. 
"Soal Poligami, aku tak anti akan hal itu. Hanya saja, di zaman ini mendengar kata poligami seakan menyakitkan kaum wanita modern. Padahal  para pelakunya saja yang salah menafsirkan. Seakan ketika seorang pria memutuskan poligami dalam hidupnya, ia menginginkan istri keduanya yang berusia muda dan cantik pula. Padahal saat Rasulullah dahulu melakukan Poligami. Tidak lebih karena ingin  mengangkat derajat kaum wanita. Banyak istri Rasulullah yang berstatus janda dan berusia tua saat Beliau nikahi. Hanya Bunda Aisyah saja yang masih perawan, itupun supaya membentuk Bunda Aisyah jadi wanita hebat pendamping rasul pada akhirnya. Bukan seperti saat ini. Dasarnya mungkin tepat Poligami tapi apakah niatnya sudah benar untuk mengikuti sunah rasul, atau hanya menghalalkan nafsu atas nama Poligami" Aku tertegun.
"Pak, maaf kalau saya lancang menyarankan sesuatu. Cintailah apa yang Bapak miliki sekarang. Komunikasikan semuanya dengan baik. Istri bapak. Siapa namanya? Bu Maida adalah wanita berharga dalam hidup bapak. Yang Bapak pilih dan menambatkan hatinya ke ikatan suci perkawinan. Semoga kelak dari Bu Maida akan lahir anak - anak yang menjadi harapan keluarga. Salam ya."
"Amin. Semoga Allah memberikan seorang pendamping yang setia untukmu" Aku menunduk lemas.
"Insyaallah Pak. Terima kasih doanya. Saya harus kembali bekerja." Ia pamit. Aku memikirkan lamat - lamat kata - katanya soal Poligami barusan.

Kini setahun sudah aku bertemu lagi dengannya. Aku menghampiri deretan kursi yang ia duduki. Ku kira sudah tidak ada lagi rasa setahun silam itu. Sejak saat aku berbincang pada Camelia. Aku meresapi kata - katanya. Ya, ia benar. Yang aku lupa adalah mencintai apa yang aku miliki saat ini. Istriku. Aku terlalu melihat keluar lalu membandingkan ia dengan wanita ini dan itu. Yang ku lihat, Maida dengan segala kekurangannya. Sementara, Wanita itu dengan segala Kelebihannya. Aku meresapi kata - kata Camelia. Aku belajar mencintai milikku. Wanita yang jadi istriku saat ini, Maida. Sekarang aku merasa lebih bahagia.

Camelia kini melihatku. Mataku dan matanya kini beradu. 
"Bapak Deka, Ga nyangka kita bertemu disini. Apa kabar Pak?" itu katanya dengan senyum yang sama manisnya saat pertama kali bertemu. Aku duduk di samping kursinya yang masih kosong.
Aku tersenyum. Sedikit canggung. "Baik. lama tak bertemu ya. " Jawabku singkat. "lagi baca buku apa?"
Ia memperlihatkan sampul depan judul buku yang ia baca.
"Apa kabar istri, Pak?" 
"Baik, Camelia. Kau tahu? Sekarang kami sudah dianugerahi seorang putra lima bulan yang lalu."
Tergurat gembira dalam raut wajahnya. Seraya mengucapkan selamat dengan tulus.
Kini aku balik bertanya "Kau sudah menikah?"
"Terima kasih doanya waktu itu. Ini hasilnya. Ikatan suci yang harus dijaga dengan setia ya, Pak." Senyumnya kembali merekah, memperlihatkan selingkar cincin di jari manisnya. 


***
Malam itu Maida dan aku menatap lamat - lamat bayi mungil kami: Arya yang baru semenit lalu terlelap dalam tempat tidurnya.
"Mas seandainya Arya, tidak ada dalam pernikahan kita di tiga tahun ini. Apa Mas berniat Poligami?"
Pertanyaannya membuat hatiku kebas. Telunjukku seketika mendekat ke bibirnya yang merekah. Lantas meraih tubuhnya dan Mendekap erat istriku. "I love u, Maida" Hanya itu lirihku. 

27 November 2012

Interview with MT Part 1 - 3 (Sumber: Page Mario Teguh)

Interview with MT
AWAL CERITA MENJADI MOTIVATOR
PART ONE

Pak Mario, apakah Pak Mario melihat diri Anda sendiri pandai?

Tidak. Saya tidak pernah merasa pandai.

Apakah Pak Mario pernah juara kelas?

Tidak. Tapi pernah juara 3 waktu masih SD, tidak jelas pada kelas berapa.

Nilai Anda selalu tinggi?

Tidak. Di kelas 2 SMP III Malang, saya pernah dapat nilai merah, untuk 5 mata pelajaran. Di SMA, saya lulus dengan IPK kalau tidak salah rata-rata 3.56. Tapi itu bukan karena saya pandai, mungkin karena saya disayangi para guru. Habis waktu itu saya agak unyu-unyu. He he ... GeEr mode on.

Di perguruan tinggi bagaimana?

Saya lulus karena doa orang tua, dan mungkin karena wajah saya yang memelas :) Saya menerima beberapa BEASISWA – untuk lulus SMA di Chicago, kemudian dapat diploma untuk satu semester di Sophia University di Tokyo, dapat S1 dari IKIP Malang, dan MBA dari Indiana University di Amerika. Semua sekolah di luar negeri itu saya dapatkan dari mengikuti dan menang kontes untuk BEASISWA bagi siswa asing.

Berarti orang tua Anda kaya?

Lho? Itu semua dari BEASISWA yang saya menangkan dari mengikuti kontes internasional. Keluarga kami sangat bersahaja. Saya anak pertama dari seorang pensiunan Kapten dari Angkatan Darat dari Kodam Brawijaya - Jawa Timur, yang membiayai ke 5 anak-anaknya.

Banyak dari kami mengira Pak Mario anak orang kaya yang tidak pernah merasakan kemiskinan.

Hmm … apakah Anda tidak melihat sisa-sisa kemiskinan di wajah saya?

He he .. iya, masih kelihatan.
Tapi, apakah kemiskinan menyiksa Anda?

Pada saat saya masih kecil, saya tidak mengerti apa itu kemiskinan. Tapi menjelang remaja, saya sudah mulai merasakan batasan-batasan yang menghadang keinginan seorang remaja untuk sarana dan pembiayaan pendidikan atau gaya hidup yang sesuai dengan impian dan harapannya.

Apakah ada penyesalan?

Saya tidak menyesali, karena itu sama dengan menyalahkan orang tua saya atas kelemahan kami. Saya hanya marah, entah kepada siapa. Tapi tenaga kemarahan itu saya gunakan untuk belajar, aktif dalam organisasi sekolah dan kampus, mengembangkan hobbi teknik dan ketertarikan saya dalam seni lukis.

Anda pelukis?

Mungkin tidak sepenuhnya, tapi saya membiayai sekolah saya di SMA di Chicago dan MBA di Indiana University di Amerika dengan melukis, menjadi pelayan di restaurant, memotong rumput dan mengecat rumah di sekitar kampus.

Interview with MT
Awal Cerita Menjadi Motivator
PART TWO

Apakah Pak Mario sudah berbisnis sejak muda?

Sebagai penerima beasiswa untuk satu tahun di sebuah SMA di Chicago, saya tidak mungkin menerima uang saku bulanan dari keluarga saya yang bersahaja di Jalan Mergosono Gang 5 di Malang.
Jadi saya harus mencari uang untuk membeli buku dan merasakan kegiatan sosial dari anak-anak remaja di Amerika.

Bagaimana memulainya?

Sore hari, sepulang sekolah saya berjalan ke bagian belakang dari rumah-rumah di sekitar tempat di mana saya dititipkan, karena ibu-ibu sedang menyiapkan makan malam di dapur - yang biasanya berada di bagian belakang rumah.

Apa yang Anda lakukan?

Saya berdiri menengadah, tersenyum selebar mungkin, lalu dengan bahasa Inggris yang masih patah-patah dan suara yang happy tapi melas, saya katakan:
"Hi, my name is Mario. I stay at 21xx New Willow Road, my number is 446-66xx. If you need your toilet, floors, or carpets to be cleaned, please call me."

Langsung diberi pekerjaan?

Tidak. Tapi saya meneruskan perjalanan ke rumah-rumah sekitar kompleks itu. Beberapa hari pertama, tidak ada respon. Tapi saya tetap meneruskan, karena saya tahu keberhasilan membutuhkan kesabaran, karena hadiah dari upaya tidak langsung tersedia di awal upaya.

Terus?

Akhirnya, telepon berbunyi: "Hi, Mario? This is Mrs. Redlich. Would you be so kind to come over and help me with my carpets?"

Anda gembira?

Ooh … Anda tidak tahu rasa gembiranya orang yang upayanya mulai diperhatikan orang lain. Hari itu saya mendapat uang, memang sedikit, tapi maniiiiiis sekali rasanya.

Terus apa yang Anda lakukan?

Saya lupa berapa rumah yang mempekerjakan saya, untuk vacuum karpet, ngepel lantai, membersihkan dan memperbaiki toilet, memotong rumput, merapihkan taman, mengecat kusen dan jendela, membersihkan kandang anjing, memperbaiki pipa bocor, memperbaiki atap yang bocor, atau duduk-duduk manis menemani kakek dan nenek untuk mendengarkan cerita mereka yang sama dan berulang.

Apakah Anda memang bisa melakukan itu semua?

Mana ada orang yang bisa melakukan yang belum pernah dilakukannya? Jadi saya belajar sambil melakukan. Kalau kita menunggu sudah bisa, baru mau melakukan, kapan mulainya?

Anda sangat mandiri sejak muda?

Tidak. Sebetulnya saya sangat manja, penakut, minder, penggembira yang mudah bersedih, pemimpi yang minder, rencananya banyak tapi malas. Tapi kemiskinan mengharuskan kita mandiri, yang sesungguhnya satu-satunya kualitas yang menjadikan kita dihormati di masa dewasa. Kemandirian.

Lalu, bagaimana Anda bangkit dari sifat-sifat yang seperti itu? Apakah sifat-sifat itu sudah sama sekali hilang dari pribadi Mario Teguh? Terus apakah Anda juga sudah mulai mengenal cinta pada masa itu?

Hmm … kita teruskan dalam seri berikutnya ya?

Interview with MT
Awal Cerita Menjadi Motivator
PART THREE
MEMPEKERJAKAN DIRI SENDIRI

Pak Mario berasal dari keluarga yang bersahaja, bagaimana cara membiayai pendidikan yang beragam dan tinggi itu? Apakah Pak Mario berbisnis untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam pengertian umum, mungkin tidak bisa disebut berbisnis. Tapi bagi seorang mahasiswa yang harus mencari uang untuk membiayai kuliah dan kegiatannya, saya MEMPEKERJAKAN DIRI SENDIRI.

Maksudnya?

Bukankah sekarang banyak sekali orang yang menganggur, karena menunggu DIPEKERJAKAN oleh orang lain?

Jadi Pak Mario mempekerjakan diri Anda sendiri?

Betul. Saya mendatangi orang, menceritakan yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka berbicara dalam bahasa Inggris dengan lebih baik. Saya menjual jasa sebagai guru les bahasa Inggris.

Apakah Anda sudah menguasai bahasa Inggris saat itu?

Yah, lumayan. Saya mahasiswa IKIP Malang, jurusan Bahasa Inggris, dan lulusan SMA di Chicago - dari beasiswa pertukaran siswa internasional. Sehingga, tata bahasa dan kefasihan bicara sudah lumayan memadai untuk menjadi guru les bahasa Inggris.

Apakah Pak Mario memiliki sekolah atau kelas untuk mengajar?

Tidak. Saya yang harus beredar menemui para murid di rumah-rumah mereka.

Bagaimana caranya?

Saya naik motor saya yang tua itu, dengan jaket untuk menahan udara dingin kota Malang, atau jas hujan di musim hujan.

Suka dukanya apa Pak?

Sukanya, kalau dibayar, walau kecil, karena berarti saya bisa membeli buku yang bagus atau membeli alat-alat untuk hobbi seni dan teknik saya.

Dukanya?

Kalau muridnya malas berlatih, tapi memaksa saya membuatnya langsung bisa bicara dengan lancar. Tapi juga ada bahayanya.

Apa bahayanya?

Kalau saya pakai jas hujan, saya pakai terbalik - dengan kancing di punggung saya, karena bagian belakang jas bisa menutupi dada dengan lebih baik. Tapi, kalau saya jatuh dari motor, orang yang menolong saya bisa mengira kepala saya terputar, lalu memutar kepala saya mengikuti kancing jas hujan di punggung saya.

He he he … memang bisa bahaya ya Pak?
Jadi itu ya konsep MEMPEKERJAKAN DIRI SENDIRI.
Apakah Pak Mario masih mempekerjakan diri sendiri sampai sekarang?

Ya, hanya saya tidak lagi mempekerjakan diri sendiri untuk kepentingan sendiri, tapi juga untuk kebahagiaan sesama.

Saya yakin pasti Pak Mario tidak dibayar semurah dulu. Bagaimana cara meningkatkan harga?

Kita akan bahas cara untuk menaikkan harga pribadi kita dalam interview yang lain ya?
Tapi ini konsepnya:
Jika kita memulai dengan harga yang rendah, dan pelanggan merasa puas dengan layanan kita, kita akan menerima permintaan yang lebih banyak daripada kemampuan kita untuk memenuhinya.

Terus bagaimana?

Kita terpaksa menaikkan harga. Tapi jika kita juga menaikkan kelas kemampuan pelayanan kita, dan pelanggan kita puas, kita akan tetap kebanjiran pesanan.

Terus?

Yah, naikkan harga lagi.

Apa itu tidak sadis?

Bisa dilihat begitu, tapi kita jadinya menyediakan kesempatan kepada trainer atau konsultan muda untuk 'menjual dan melayani' pembeli yang hanya bisa membayar di bawah harga kita.

Pak Mario sudah sering menaikkan harga?

Saya tidak pernah. Tapi Ibu Linna dan Team Management yang menetapkan harga dan jadwal saya berbicara. Jadi mereka yang menetapkan strategi harga pelayanan saya.

Berapa kali Pak Mario berbicara dalam sebulan?

Hanya sekitar 10 hari, karena saya harus menyediakan diri untuk melayani saudara dan sahabat kita yang belum mudah membayar.

Mengapa Pak Mario tidak mencari uang 100%?
Khan sayang ada 20 hari lagi tidak digunakan untuk cari uang.

Cari uang dan cari kebaikan itu beda.
Uang itu jumlahnya bisa sama, tapi rasanya beda.
Kebaikan selalu bernilai lebih besar daripada uang.

Kami menikmati MTGW, MTFB dan pelayan MTSC yang lain dengan cuma-cuma, kami mengambil keuntungan dengan gratis, apakah Pak Mario tidak rugi?

Jika orang lain untung karena yang saya lakukan, bagaimana mungkin saya rugi?

Bagaimana … bagaimana?

Jika Anda saya untungkan, saya tidak mungkin rugi.
Karena keuntungan Anda adalah juga keuntungan saya.

Khoq bisa gitu?

Hadiah pertama bagi yang melakukan kebaikan, adalah kebaikan.
Kebaikan yang Anda lakukan adalah untuk Anda.
Dan keburukan yang dilakukan oleh orang lain, adalah untuknya.

Bagaimana caranya bisa ikhlas?

Ikhlas.

Semudah itu?

Tidak. Ikhlas itu tidak mudah.

Hmm … hidup ini tidak seindah kata-kata.

Salah, maaf ya? Hidup ini lebih indah daripada yang bisa kita katakan.

Hmm … Pak Mario ini makannya apa sih?

Macam-macam, yang pasti bukan kroto.
Tapi, terima kasih atas perhatian baik Anda atas gizi saya.

Terima kasih Pak Mario, apakah Pak Mario bisa ceritakan awal percintaan Pak Mario dengan Ibu Linna?

He he … pasti bisa, tapi kita simpan untuk interview berikutnya ya?

---------------

Adik-adik saya yang baik hatinya, begitu dulu ya?

Jika Anda masih tertarik untuk membaca cerita selanjutnya, pada tahapan usia dan upaya yang lain, bilang ya?

Kita semua berhak berhasil, hanya saja tidak setiap orang cukup kuat mengalahkan rasa malas, rasa minder, dan kesukaan untuk mengeluh.

But you can do it. You guys rock!

Love you,

Mario Teguh

Bapak Mario Teguh Quotes

"Untuk adik-adik yang selalu mengatakan:

NGOMONG ENAK, MELAKSANAKANNYA SUSAH!

Dengar ini ya?

Banyak orang lebih lemah dan tidak cerdas jika dibandingkan dengan kalian, tapi tidak pernah mengeluh dan ikhlas bekerja – dan sudah banyak sekali yang sukses.

Ada apa dengan kalian?

Sudah cerdas, pandai bicara, pede dalam mengkritik dan mencemooh nasib baik orang lain, tapi mengeluhkan kesulitan hidup – yang juga dialami oleh SEMUA orang.

Mengapa kalian tidak malu mengeluh di muka umum?

Apakah itu cara kalian menarik perhatian gadis-gadis cantik yang berimpian besar?

Jangan suka mengeluh gitu ah! Tidak pantas bagi jiwa baik yang dicintai Tuhan sepertimu.

Saya dulu juga sangat miskin, tapi tidak mengeluh dan menyalahkan orang lain, keadaan, kehidupan, dan sama sekali saya tidak menyalahkan Tuhan.

Apa beda kalian dari orang lain?

Kalau yang lemah dan agak tulul – saja – di antara kita bisa, mengapa kalian tidak?

Sudah, jangan buat malu orang tua yang mendoakan kalian sejak sebelum kelahiran.

Jangan sampai orang menantang:

"Kalau bicaramu besar, mana buktinya?"

Mengeluh itu termasuk bicara besar, tapi yang kosong.

Hidup ini tidak mudah. Kita kerja keras yuk?!

Mario Teguh – Loving you all as always

_________________________________________

nterview with MT
JADILAH PENIRU YANG SULIT DITIRU

------------------------

Apakah Om Mario seorang peniru?

Ya, saya peniru yang super.

Tapi sesuper-supernya peniru tetap peniru, khan Om?

Dalam pengertian kulit – memang begitu, tapi meniru itu mengandung pengertian yang tidak sederhana.

Bagaimana itu Om?

Begini, kita semua adalah peniru. Cara kita berdiri dan berjalan adalah contoh perilaku meniru yang lebih awal dalam kehidupan kita. Kemudian kita meniru pengelolaan raut wajah, bersuara dan berbicara, menulis dan segala sesuatu.

Jadi saya juga peniru? Jadi semua orang peniru?

Ya. Ada orang yang meniru yang baik dan menghebatkan dirinya, tapi tidak sedikit orang yang meniru sikap dan perilaku yang hanya memburukkan kehidupannya.

Jadi kalau saya anggun, bijak, kaya dan berpengaruh – itu karena keberhasilan saya meniru?

Ya.

Atau, kalau hidup saya sulit dan tidak disukai oleh orang lain – apakah itu juga karena saya meniru perilaku buruk yang menjadikan hidup saya sulit dan dijauhi oleh orang lain?

Hmm … memang tidak enak didengar, tapi sebaiknya kita terima bahwa itu karena kita belum meniru yang baik.

Terus kalau Om Mario peniru, khoq banyak banget karya Om yang baru dan orisinal khas MT?

Nah, ini penting sekali. Bersabarlah sampai pengertian yang sepenuhnya datang kepada Anda, dan tidak mengira saya sombong karena pernyataan ini.

Gimana itu Om?

Begini. Saya seorang peniru yang giat dan aktif. Saya meniru semua kualitas terbaik dari orang-orang terbaik – yang masih hidup atau yang ada dalam sejarah, saya meniru yang lebih baik jika saya menemukan yang lebih baik. Kemudian saya memikirkan cara-cara untuk menjadi lebih baik dalam melakukan semua yang saya tiru, melatih diri siang dan malam untuk menjadi ahli melakukan semua tiruan dan tambahannya.

Tapi, khan masih peniru Om?

Betul. Tapi akhirnya saya menjadi peniru yang sulit ditiru. Dan saat Anda atau saya sulit ditiru, orang akan mengatakan kita orisinal.

Ooh … jadi tidak ada orang yang betul-betul orisinal ya Om?

Tidak ada. Kita semua adalah peniru yang berusaha menjadikan dirinya peniru yang sulit ditiru. Itu yang menjadikan kita orisinal.

Masoook banget ini Om.

Terima kasih.

Terus, apa untungnya kalau saya sulit ditiru?

Anda akan dihormati, diperlakukan, dan dibayar mahal.

Logikanya?

Begini. Jika Anda mengerjakan yang bisa dikerjakan oleh banyak orang, Anda akan diperlakukan dan dibayar seperti orang kebanyakan?

Roger banget!

Jika Anda mengerjakan yang sulit dikerjakan oleh orang lain, Anda akan dihargai dan dibayar lebih tinggi dari banyak orang.

Terus, terus?

Jika Anda mengerjakan yang tidak mungkin dilakukan oleh siapa pun, bukan saja Anda akan sangat dihormati – tapi Anda diijinkan untuk menetapkan harga Anda sendiri.

Super sekali!

Terus apa yang haru saya lakukan Om, kalau saya mau jadi orang yang dihormati dan bisa menetapkan harganya sendiri – semuda mungkin?

Hmm … bagaimana kalau kita teruskan untuk topik itu di kesempatan berikutnya ya?

Oh, OK Om, kita teruskan nanti ya?

Ya, meanwhile – be good, respect your parents and teachers, be true to your friends, and always be close to God.

Super Om, see you!

See you, stay super!

Mario Teguh – Loving you all as always
__________________________________________________


29 Mei 2012

Mengapa Bebek Menguik & Elang Terbang?

Suatu ketika, Harvey MacKay (sang pembicara motivasi) sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Lalu, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

Sang supir taksi pun keluar dgn berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang. Kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,"Nama saya Wally, silakan membaca pernyataan Misi saya."

Harvey kemudian membaca kartu tersebut:

“Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman & termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi sangat bersih.

Di balik kemudi, Wally berkata:

“Apakah Anda ingin Kopi? Saya punya yang biasa & tanpa Kafein.”

Harvey pun berkata,

“Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” ternyata Wally menjawab,

“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”

Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata

“Saya mau Diet Coke saja.”

Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan,

“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."

“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.

Dulu Saya Suka mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yg mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’.

Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi.

Dan Ia berkata lagi, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi BEBEK..Jadilah ELANG..

BEBEK menguik & mengeluh.

ELANG membumbung tinggi di Angkasa.’

Cerita Wally sungguh inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih tuk menjadi Elang & bukannya Bebek.

Mengeluh tidak merubah Nasib menjadi baik, malah jadi tambah sulit....

Sumber: http://www.beraniegagal.com/

25 April 2012

Miss U, My Lost Folder


Tiba - tiba saya kangen sama data - data kepunyaan saya. Data - data itu berisi semua tulisan - tulisan saya, tugas kuliahan dari semester pertama sampai sekarang, campuran , video - video motivasi. Ah! Hati saya selalu bilang, Yang ilang sudah saja ikhlaskan. Tapi yang belum saya bisa pahami adalah... dari banyaknya data yang ada di PC, mengapa hanya data saya seorang yang hilang. Lenyap. 
Ketahuannya, suatu hari kala saya kembali memegang PC ini. Memang PC itu suka mati. Hard Disknya memang lemot. Saudara saya yang biasa membetulkannya akhirnya bisa memperbaiki. Setelah saya stand bye di depan PC. Ga ada masalah. Sampai pada dimana saya membuka folder kepunyaan saya "FUN". Taraaa.... Tidak ada saudara - saudara. Biar Heboh, saya ulangi lagi ya--Bhahaha. TIDAK ADA SAUDARA - SAUDARA. Awalnya saya biasa nanggapinnya-- Kan harus positif thingking, paling keselip dimana gitu, atau ga sengaja ke hapus-- ya ikhlas lah. Lagipula, sudah saya back up ini. Jadi ga perlu khawatir". Namun memang terkadang harapan kadang tak sesuai rencana. Lha? Setelah saya check, folder punya kakak saya aman, folder documen aman, folder picture aman, folder my music aman, folder ini aman, folder itu aman. Jiah... Ngapa folder saya doang yang menghilang. Ngilang. Lost. Yang lebih tragis lagi, saya baru nyadar backupannya kok juga ga ada. Malam itu, saya berkali - kali buka - buka folder lainnya kali aja terselip, berkali - kali juga buka folder "FUN" itu. Nihil. Setelah di buka, folder bacaannya kalau ga salah ada tulisan format gitu. 

Panic dong, kumpulan skripsi saya yang disusun jauh - jauh hari ada disitu. Kumpulan file yang  berkaitan sama judul skripsi ada disitu. Cerpen - cerpen saya ada di situ sampai tulisan - tulisan ga jelas saya juga di situ. Hehehe

Pas paginya, Hari Senin Pagi. Barulah ngedumel.com segera saya lancarkan kepada saudara saya tadi itu. Kenapa ga waktu folder saya yang ga ada itu, saya langsung protes? Karena ketahuannya sudah malam, Kasihan kali malam - malam kena damprat :p. Apalagi, saya masih emosi. Masih mempertanyakan kok bisa? Ya, harus di redain dulu emosi saya. Sebenarnya ingin mempertegas kenapa bisa hilang, Jelasnya kenapa hanya folder saya saja yang hilang?

Alhasil pagi itu, dia hanya bilang, kok bisa? Langsung dia check PC di kamar saya, mengecek folder yang mana. Saya beritahu folder bernama ini. Dan saya tidak menungguinya, buat apa? saya percaya. Pagi itu, saya lebih sibuk memperhatikan urusan pergi ke sekolah. Merapikan pakaian, memastikan kembali apa - apa yang di bawa ke dalam tas dan sarapan. Setelah ia bilang, "Lihat sudah". Ya, sudah, saya sudah melihat nya, folder saya telah kembali dengan isi - isi folder lainnya --- sumringah--- dan terlihat juga sebuah persegi panjang yang di pasang ke PC, persegi panjang berwarna perak dengan ketinggian mungkin 1,5 cm, lebar sekitar 8 cm dan panjang kurang dari 15 cm, yang saya pernah tanyakan waktu lalu, "apa itu?" semacam usb untuk menyimpan data, katanya. Tanpa mengecek isi foldernya terlebih dahulu, telah saya katakan saya percaya. Lantas  melangkah keluar rumah menuju Pondok Kelapa. 

Hati saya melangkah senang saat kembali lagi ke rumah. Malam hari. Toh, folder saya telah kembali. Berarti bisa buka folder kumpulan skripsi. Whuaaa... Senang! padahal hanya membayangkannya saat di jalan sebelum sampai rumah. 
Malam hari, setelah semua di tuntaskan. Ganti pakaian - Makan - Bicara ini itu sama keluarga. Menuju kamar, PC saya nyalakan. Tersenyum. Membuka folder yang tadi pagi kembali isinya. Iya.. ada isi di dalam folder FUN-- Tersenyum. Ada kumpulan - kumpulan folder lainnya. Folder Semangat dan folder lainnya. Saya mengklik folder yang di dalamnya terdapat file bacaan mengenai judul yang saya ambil. --KOSONG--, saya lihat folder lainnya --KOSONG--, lihat folder lainnya --KOSONG--. Semuanya --KOSONG. Ternyata, hanya berisi folder saja. Isinya tetap --KOSONG--. Filenya nihil. Saya check. Mengutak atik ini itu. Memastikan, "ah mungkin terselip". Tidak juga ada. Recycle Bin saya buka. Ada File saya. Ia, itu nama file saya. | Kenapa ada di recycle Bin? | Saya mau menanyakan, manusianya sudah kembali. Kembali ke rumahnya. Jauh dari Ibu Kota. [Penonton kecewa.... Heuheuheu]

Sejak saat itu........ Biasanya seminggu sekali, ia datang ke rumah. Ini sekitar dua minggu kalau tidak salah, tak kunjung datang. Waktu dia datang. Lantas, saya masih penasaran soal masalah itu. Bertanyalah saya. Katanya masalahnya di HardDisk. --

Walaupun saya tidak pintar urusan perkomputeran. Saya punya logika. Ini analisa saya: 
Anomali 1-- Hanya folder saya yang hilang? | Kalau Masalahnya HardDisk, bukankah seharusnya seluruh data itu hilang pula. Faktanya: Semua data setelah saya check, masih sama isinya. Dan Folder saya saja yang menghilang tak tahu kemana. 
Anomali 2-- Isi folder akhirnya ada setelah dibetulkan, lalu kenapa ada benda semacam usb berbentuk persegi panjang? | 
Anomali 3-- Kalau memang benar tersimpan. Buat apa folder - folderku di simpan dalam datanya? Buat apa?! Bukankah tak ada hubungan fileku dengan urusannya. Atau.... Sudahlah!  Tak belum ada bukti. 
Anomali 4-- Kenapa sebagian file bisa ada di recycle bin? Kenapa datanya kosong. -____-"
  
Dan sebenarnya, saya sudah pernah berfirasat tentang kejadian ini. Tak tahu siapa yang mengatakan. Ada yangmengatakan dalam hati (saya saja yang tak menghiraukannya -- kok bisa? saya juga ga tahu kenapa!! Lagipula saya lebih senang bermain dengan logika daripada perasaan --Terkadang-- :p)

Sampai berita ini diturunkan saya tak pernah tahu kenapa begini? kenapa begitu? saat saya menanyakannya pun? Tak ada lontaran balasan yang saya dengar atau sebuah penjelasan ini itu yang saya dapatkan. Oh iya.. yang pernah saya dengar darinya adalah karena HardDisk. Selebihnya Tidak ada.

Saya tak mempermasalahkan, berharap hati menyatukan serpihan - serpihan memaafkan dan dimaafkan atau dia memaafkan semua ngedumel.com nya aku ^__^. Padahal saya hanya ingin tahu. Itu saja. Saya masih merasakan folder itu ada. Hehehehe

Saya yakin setiap cerita punya hikmah entah itu baik atau buruk (menurut kita namun buruk belum tentu menurut Allah-- atau sebaliknya). Saya hanya berharap, setiap cerita yang dihadapi, saya tetap berpandangaan positif. Tak ada keluhan terus menerus Kenapa saya begini? Lebih baik Bagaimana saya setelah ini? Lebih solutif. 

------------------
"Aku tidak sedih karena kau mengkhianatiku, tetapi aku sedih karena setelah kau menyakitiku, aku tak bisa lagi percaya padamu"

Ulasan Indonesia Strong From Home

Aku suka menyimak, mencatat, dan terkadang mengaplikasikan ilmu yang diajarkan beliau dari program Indonesia Strong From Home yang kudengar. Bersama Penyiar Mba Nancy Mokoginta dari radio smart fm. Dialah Ayah Edy, seorang praktisi pendidikan. Paparan beliau menurut aku ngena banget ke aku, yang memang bergelut di dunia pendidikan. Dari beliau walau hanya mendengar tanpa pernah bertemu, aku mendapat ilmu dan pemikiran yang menjadi harta karun berharga pada diriku, di dunia pendidikan, dunia parenting, dunia anak usia dini. 

Sekarang aku berkesempatan untuk menuliskan paparan beliau dalam blog. 
Apa kata ayah edy melalui program Indonesia Srong From Homenya. Pasang mata. Ini adalah bacaan positif, harta karun untuk otak anda.^__^

Otak sama halnya seperti komputer. bahkan lebih canggih. 
Seperti yang kita tahu, komputer sebelum pogram - program di masukkan lebih dahulu di masukkan antivirus. Apa isi programnya? Ya, tergantung kepentingan yang punya itu PC atau notebook.
Ini berlaku juga seperti otak. Otak anak kita. Anak ibarat kertas putih kata Jhon Locke. Orangtuanya lah yang pertama mengukirnya. Jadi dengan kata lain, tergantung orangtua memasukkan program baik atau buruk. Usia TK dan SD rentan untuk menerima hal - hal yang buruk yang nantinya tersimpan di alam bawah sadar. 
Maka penting bagi kita para dewasa, para orangtua menjadi contoh yang baik bagi anak. Karena setiap anak yang dilahirkan, ia akan mencontoh. Peniru ulung. Apa yang di lihat akan mempengaruhi jiwa anak. Anak tidak saja melihat apa yang ditiru orangtua, tapi saat ini ada media televisi, ada internet, yang riskan untuk mereka tiru. 

Inilah gunanya mensterilisasikan anak dan mengimunisasikan anak. Maksudnya? STERILISASI yaitu anak dijauhkan dari realitas. Virus - virus di blok. Dengan cara memilih program baik untuk anak. Para orangtua memberi perilaku/ contoh baik. Menjelaskan pada anak penjelasan dengan bahasa anak, mengapa ini tidak baik. satu kasus misalnya, soal jajan. Mengapa tidak boleh jajan, kandungan apa dalam jajanan tersebut? Jelaskan. Pada saat anak telah mempunyai yang namanya imun sistem. Ujilah. Ini yang di namakan Imunisasi. IMUNISASI yaitu anak didekatkan kepada realitas. Diberikan pemahaman konsekuensi. Ini akan berpengaruh --> Anak kokoh dalam berbagai situasi.

Orang yang sukses adalah orang yang belajar untuk satu hal yang terbaik di dunia. Contohnya: Bill Gates dengan softwarenya. 

Yang masih mempertanyakan perlu atau tidak Calistung bagi anak, ini dia penjelasannya

Belajar baca tulis bukanlah merupakan kunci sukses hidup namun sebagai alat pendukung untuk mencapai sukses. Menurut Jane Institute yang dipaparkan oleh Ayah Edy

Jadi Apa yang perlu dilakukan atau dipelajari bagi anak usia dini? 
Berikut adalah 3 hal yang di ajarkan anak usia dini: 
1. Kemampuan kreatif analisis. Cara mengembangkannya adalah dengan kegiatan bermain. Inilah kenapa pentingnya usia dini bermain, memang ini masanya bermain dan bermain baginya adalah belajar. Dengan bermain, anak akan mengembangkan sikap berpikir kreatif, menganalisa mainan. Bertanya ini itu.
2. Kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat. 
Di sekolah jepang untuk mengembangkan anak mengambil keputusan, guru banyak menanyakan pada muridnya dua pertanyaan memakai "how" dan "why". Bagaimana dan Mengapa? 
3. Akhlak
Ini yang paling penting. Orang bisa turun dan naik karena dua hal tersebut (Kemampuan kreatif analisis dan kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat) tetapi orang bisa naik bertahan dipucak karena akhlak. 
Jadi sahabat kalau belum bisa mengajarkan kedua hal tersebut, ajarkanlah anak tentang akhlak. 

Coba direnungkan deh sahabat, aku aja sampai mengangguk - angguk mendengarnya.
pintar membaca, menulis --> Di kantor, Orang jadi sekertaris
pintar berhitung --> Orang jadi akuntan
Lalu siapa yang selalu berhasil jadi Bosnya --> Adalah orang - orang kreatif thingking, Pengambil keputusan tepat dan berakhlak. Tugasnya memecahkan masalah bukan menghafal.

Bayangkan sahabat kalau para guru di sekolah dan para orangtua mengajari anak ketiga hal tersebut. Bagaimana tidak mungkin jika semua anak di Indonesia akan jadi Bos semua. Negara kita bisa mengimpor negara tetangga buat jadi TKI, tenaga kerja India. Lebih Paling penting yaitu kecerdasan emosi, intelek, dan spiritualnya anak seimbang. Wha.. Negeri yang sudah makmur ini makin makmur di kelola generasi bangsa yang pintar dan berakhlak. ^_^

Belum banyak memang yang bisa kupaparkan di lembaran blog ini.Akan ku share kan lain kali. insyaallah, paparan dari beliau. Atau bisa dengarkan langsung radio smart fm 95.9 FM setiap selasa jam 20.00 WIB di program Indonesia Strong From Home atau siaran ulangnya Hari Sabtu jam 10.00 WIB. 

Seperti selalu yang di gaungkan oleh Ayah Edy dalam akhir sesinya.. Let's Make Indonesia Strong From Home. 

23 April 2012

Mari Memaafkan

Tindakan memaafkan umumnya banyak dianjurkan, tidak hanya oleh psikolog melainkan juga oleh dokter, karena banyak manfaat yang bisa dipetik dari tindakan memaafkan ini.  Lalu, mengapa banyak orang sulit memaafkan? Apa dampak negatif yang kita rasakan jika kita tidak memaafkan? Apa kekuatan dari tindakan memaafkan? Jika memaafkan memiliki kekuatan dahsyat yang positif, apa yang harus kita lakukan agar kita mampu memaafkan? Simak artikel berikut yang saya copas dari  http://nikmah.myflexiland.com

Mengapa Sulit Memaafkan? 
Banyak orang sulit memaafkan karena beberapa hal berikut :

>> Kasihan pada Diri Sendiri 
Self-pity atau rasa kasihan pada diri sendiri terjadi karena seseorang terlalu fokus kepada dirinya sendiri, terutama kepada kelemahan diri, dan kurang fokus pada kekuatan diri.  Orang yang sulit memaafkan biasanya adalah orang yang merasa tidak aman dan mempunyai penilaian diri yang rendah. Kesulitan, masalah, penderitaan yang mereka alami seolah-olah pembenaran dari pandangan negatif mereka terhadap diri sendiri, sehingga mereka menjadi sangat marah pada situasi ataupun orang lain yang merupakan sumber dari munculnya kesulitan, terjadinya masalah, ataupun timbulnya penderitaan. 

>> Fokus pada Masa Lalu 
Orang yang tidak bisa memaafkan adalah mereka yang cenderung berorientasi lebih banyak pada masa lalu. Mereka sulit melupakan kesuksesan masa lalu, dan mereka juga sulit melupakan kesulitan, masalah, dan penderitaan di masa lalu. Orientasi yang sangat kuat ini menyebabkan mereka seolah-olah hidup dan ”menghidupkan” masa lalu, terutama saat kesulitan, masalah ataupun penderitaan tersebut harus mereka alami. 

Dengan demikian, penderitaan yang seharusnya cuma sebiji gandum dan berlangsung sebentar, akhirnya sepertinya menjadi segunung, karena tindakan mereka sendiri yang senantiasa menghidupkan penderitaan tersebut. Tumpukan rasa sakit ini akhirnya menggunung dan menjadi sulit serta terlalu dalam untuk dilupakan dan dimaafkan. 

>> Fokus pada Masalah 
Penyebab lain yang membuat orang sulit memaafkan adalah karena mereka cenderung lebih fokus pada kejadian negatif yang menimpa diri mereka daripada fokus memikirkan jalan keluarnya. Masalah yang sebenarnya tidak seberapa, akhirnya seolah-olah diletakkan di bawah mikroskop, dan menjadi berkali-kali lebih besar dari ukuran yang sebenarnya. 

Oleh karena terlihat lebih besar, tentu saja masalah tersebut terlihat sebagai masalah yang sulit bahkan tak mungkin untuk diatasi. Ini membuat mereka menjadi marah pada sumber masalah dan tidak bisa memaafkan sumber masalah tersebut (baik keadaan maupun orang). 

Inilah Akibat Dari Tidak Memaafkan 
Ketidakmampuan memaafkan dapat memberikan berbagai dampak negatif, baik secara fisik, mental, maupun emosional. 

>> Dampak Fisik 
Secara fisik, ketidakmampuan memaafkan dapat menjadi sumber pemicu berbagai penyakit. Kelelahan menanggung beban rasa bersalah dan kecemasan menanggung penderitaan yang menggunung, menyebabkan jantung berpacu lebih cepat dan tekanan darah menjadi lebih tinggi. 

Atau untuk mengalihkan perhatian dari masalah, ada berbagai cara yang ditempuh orang: ada orang yang cenderung mengonsumsi makanan jauh melebihi takaran yang disarankan, akibatnya adalah kegemukan yang membuat orang tersebut menjadi lebih tidak percaya diri. Cara lain yang dilakukan oleh sebagian orang adalah cara sebaliknya –menghindari makanan, atau lebih tepatnya malas makan. Akibatnya, orang yang seperti itu secara fisik juga sama fatalnya– badan menjadi cepat lelah dan lesu, sehingga sulit untuk beraktivitas dan meraih prestasi. 

>> Dampak Mental 
Pastinya, orang yang tidak bisa memaafkan situasi atau orang lain yang menjadi sumber ”masalahnya” adalah mereka yang pikirannya dipenuhi oleh satu hal saja, yaitu kemarahan. Kemarahan ini menutup kemampuan mental orang tersebut untuk memikirkan jalan keluar, memikirkan hal-hal lain yang sepatutnya dipikirkan (keluarga, hubungan sosial, dan pekerjaan). Akibatnya, pikiran menjadi tumpul (hanya tajam untuk memikirkan masalah saja). Pikiran yang tumpul tidaklah berguna untuk meraih prestasi. 

>> Dampak Emosional 
Dampak yang paling parah adalah dampak yang memberikan pengaruh pada sisi emosi orang yang tidak bisa memaafkan. Emosi terkuras habis pada perasaan-perasaan negatif. Perasaan negatif akan mempengaruhi orang tersebut untuk berpikir negatif. Pikiran negatif akan mendorong orang tersebut untuk mewujudkannya dalam tindakan yang negatif pula. Tindakan negatif pastinya akan memberikan hasil yang juga negatif. 

Jadi emosi negatif yang muncul dari ketidakmampuan untuk memaafkan, mendikte arah kehidupan kita untuk menuju ke kehidupan masa depan yang penuh hasil yang negatif. Wah, betapa ruginya kita karena tidak bisa menikmati indahnya dunia, indahnya persahabatan, dan indahnya berprestasi. 

Inilah Kekuatan Memaafkan 
Sebaliknya, kemampuan untuk memaafkan dapat memberikan berbagai dampak positif pada kehidupan kita. 

>> Have a Nice Day 
Sebuah email yang di-forward kepada penulis menceritakan seorang pengemudi taksi yang hampir saja ditabrak oleh pengemudi truk sampah. Namun, bukannya sang pengemudi truk sampah tersebut meminta maaf, ia malah memaki-maki sang pengemudi taksi. Melihat tindakan ini, pengemudi taksi tidak marah, ia memberikan senyum sebagai balasan dari makian, dan sapaan: Selamat pagi, semoga hari ini menjadi hari yang indah untuk Anda. Tentu saja penumpang taksi menjadi bingung dan tergerak untuk bertanya kepada pengemudi taksi mengapa ia tidak marah pada pengemudi truk sampah tadi? Dengan enteng pengemudi taksi berkata,”Saya tidak mau pengemudi truk sampah merusak hari saya yang indah.” Moral dari ceritanya adalah, banyak orang yang menebar sampah dan bau pada kita. Tetapi, jangan sampai hari kita rusak oleh ”sampah” tersebut. Biarkan ”sampah” berlalu, dan tetap nikmati hari yang indah. 

>> Penyembuhan 
Memaafkan memberikan kelegaan dan menyalurkan energi positif yang memiliki kekuatan self-healing (penyembuhan diri). Joel Osteen dalam buku best sellernya: Your Best Life Now, menceritakan tentang seorang dokter yang selalu memberikan rekomendasi tambahan yang sifatnya nonmedis, namun sangat berdampak medis. Dokter ini menyarankan kepada tiap pasiennya untuk selalu berkata positif dan memasukkan energi positif, serta membuang energi negatif (energi yang muncul dari kemarahan karena tidak memaafkan) dengan kekuatan kata-kata berikut: ”Hari ini saya lebih baik setiap harinya untuk tiap bagian tubuh saya.” Kata-kata tersebut disarankan untuk diulang paling sedkit satu kali dalam satu jam. Hasilnya, para pasien dari dokter tersebut mengalami kemajuan dan hasil medis yang luar biasa dibandingkan pasien yang ditangani oleh dokter-dokter lainnya. 

>> Memulai Lebih Baik 
Dengan memaafkan, kita memanfaatkan kesempatan untuk menutup lembaran lama yang kelam dan memulai lembaran baru yang lebih baik. Kesempatan ini membuat kita lebih berorientasi ke depan. Dengan melihat ke depan, kita membuka mata kita lebih luas dan mengarahkan pandangan kita jauh melampaui masalah ataupun rasa sakit yang kita rasakan. Kita bisa belajar dari masa lalu, untuk mengukir masa depan yang lebih baik. 

Bagaimana Memaafkan? 
Memang, memaafkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan pandangan diri positif, kendali diri yang tinggi, dan karakter yang kuat. 

>> Alihkan Pandangan 
Jika kita melihat terus ke arah yang sama, pemandangan yang sama pula yang akan kita dapatkan. Padahal sebenarnya ada banyak hal lain lagi yang menyenangkan yang bisa kita eksplorasi, andaikan saja kita mau mengalihkan padangan. Ada seekor lalat yang mati karena berkutat sekuat tenaga untuk menerobos kaca tebal yang menghalangi jalannya untuk keluar menuju bunga di taman. Padahal hanya beberapa senti saja dari tempat lalat itu terkulai, ada jendela besar yang terbuka. Andai saja sang lalat mau mengalihkan pandangan, ia tidak perlu mengeluarkan tenaga sia-sia hanya untuk mati. 

Jadi, jika kita menghadapi masalah, atau merasakan pedih karena dilukai oleh seeorang atau sebuah situasi, cobalah alihkan pandangan ke tempat lain. Msalnya, coba cari orang lain yang bisa Anda bantu, jangan melulu fokus pada diri sendiri. Begitu jalan keluar ditemui, rasa sakit hati juga akan hilang, sehingga lebih mudah bagi kita untuk memaafkan. 

>> Bertukar Tempat 
Cara lain yang bisa kita lakukan adalah bertukar tempat. Jika mobil kita ditabrak oleh mobil atau motor lain, padahal kita berada di jalur yang benar dan sedang berjalan sesuai aturan, kita pasti akan marah begitu kita melihat situasi dan kejadian tersebut dari sudut pandang kita. 

Marah memang sangat manusiawi, namun agar amarah kita tidak berlama-lama dan kita bisa memaafkan, cobalah ”bertukar tempat” dengan orang yang menabrak kita tersebut. Jika kita telusuri lebih dalam, mungkin kita mendapatkan bahwa orang tersebut sedang panik dan dalam keadaan terburu-buru, karena harus menebus obat bagi anaknya yang sedang sakit. Ketika menabrak mobil kita, orang tersebut juga mungkin akan takut, karena ia berpikir tidak akan mampu membayar ganti rugi. Selain itu, ia juga sedang berpacu dengan waktu untuk membeli obat yang mungkin dapat menyelamatkan nyawa sang anak. Dengan ”bertukar tempat”, mungkin bukan rasa ”marah” lagi yang muncul, melainkan rasa kasihan, rasa simpati, dan rasa ingin membantu. Hasilnya, kita tidak akan sakit hati, dan akan mudah bagi kita untuk memaafkan. 

>> Pandang ke Depan 
Kita hidup di masa kini, bukan masa lalu, dan memiliki harapan untuk meraih prestasi di masa depan. Apa yang kita lakukan saat ini akan membentuk masa depan kita. Masa kini yang dipenuhi dengan tindakan, emosi, dan energi positif, akan membentuk masa depan yang positif. 

Jadi, jika kita ingin masa depan yang positif, yang menyenangkan, berprestasi, bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang, pastikan kita melangkah keluar dari masa lalu yang menyedihkan dan yang membuat kita marah dan sulit memaafkan, untuk menuju masa kini yang menyenangkan. 

Nah, masa depan kita ada di tangan kita. Tanggung jawab untuk menikmati keindahan masa kini dan kesuksesan masa depan juga menjadi tanggung jawab kita masing-masing. Jadi, daripada membiarkan ketidakmauan memaafkan merusak kenikmatan kita untuk melihat keindahan masa kini dan kesuksesan masa depan, mulailah memaafkan sekarang, dan nikmati kekuatan dari tindakan memaafkan. 

Sukses untuk kita semua ^_^

Hal lain yang jadi penambahan saya untuk cara memaafkan adalah mengkomunikasikan apa yang menjadi ketidaksukaan kita terhadap orang tersebut. Di sini yang sulitnya adalah ketika kita mengungkapkan uneg - uneg kita pada dia, kita harus bisa kontrol emosi pada saat berbicara (ini bagian yang tersulit menurut saya tapi bukan tidak mungkin, perlu mengatur nafas, Hufh), lihat juga karakter dia seperti apa, tahu bagaimana caranya berbicara dengan tipe orang tentang dia maksudnya gini walau sesebel sebelnya kita sama dia, kita juga mesti Dan doakan kebaikan untuknya. Aku ga becanda tentang hal ini. | Doakan, ih, lihat aja maleezzz| Ada sebagian orang yang ga sepakat dengan hal ini, aku juga pernah berpikir itu. Tapi silahkan teruskan karena tidak memaafkan hanya akan menyimpan sampah dalam tubuh.   Jadi doakan saja. Setiap doa baik tanpa di ketahui oleh orang yang bersangkutan akan diaminkan malaikat. Ga usah pikir mereka ini, begini begitu. Kita hanya perlu positifkan diri,  untuk kebaikan diri karena tubuh kita pinjaman Allah. Kita hanya perlu punya hati apalagi kalau hatinya bening, Mau Ya Rabb. Sahabat JC pasti tahu kan bagaimana pikiran kalau kenegatifan sudah muncul? Hebat si setan maininnya. Kalau kecenderungan kita negatifan mulu itu ujung - ujungnya juga negatif mulu, walaupun kebaikan dia lebih banyak tapi kita lihatnya yang jeleknya mulu. Pernah dengar istilah kertas kan yang di bubuhi bulatan tinta, lebih lihat tintanya daripada kertasnya seperti itu terkadang cara kita memandang orang, padahal kebaikan mereka mungkin lebih banyak. Kalau tidak ada| Jangan ngeyel pasti ada. Kalau kita positif, insyaallah tetep adem ayem lah hati. Kalau hati adem ayem, enak banget. Lagipula nih sahabat, kalau kitanya menunjukkan ketidaksukaan padanya, dianya makin nyebelin. Biasanya orang kaya gini semakin kitanya ngebales dengan muka nyebelin, dia makin senang. Makanya biar kamunya keren, senyum. Kalau emang orang ini nyebelinnya menurut versi kamu kebangetan, hehehe. Ga usah bacotlah kamunya bilang ini itu ke dia, tunjukkin aja prestasi kamu.

Aku juga masih bertumbuh tentang ini. Tapi aku tahu, hati  itu punya Allah, Allah itu maha baik. Setiap orang pada dasarnya punya hati baik. Para manusianya saja yang tak tahu diri.  Ya, Manusia seperti diriku, kamu, dia, dan mereka.

Pohon

Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon

Dia berkata, ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari pohon:

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon. Lalu dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah. Semakin dalam akarnya, semakin banyak nutrisi yang dapat diserapnya. Hal ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Tuhan sebagai Sumber Kehidupan kita.

Ada sebuah cerita menarik. Katanya buah kurma itu manis sekali. Mengapa bisa begitu? Menurut cerita, pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter dan kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma itu tumbuh, dia berakar begitu dalam hingga menembus 4 lapisan tersebut dan pada akhirnya menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Hal ini memperlihatkan bahwa ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa.

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang
Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain. Dalam hal ini, kita berbicara tentang prinsip memberi, dimana kita tidak bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk menghasilkan dan membagikan buah. Artinya apa? Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan, jadi bukan sekadar untuk kenikmatan sendiri. Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu, tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

Ada satu pelajaran dari Warren Buffet tentang kehidupannya. Beliau adalah salah satu orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan. Beliau masih hidup di rumah yang sama sejak puluhan tahun yang lalu dan masih menggunakan mobilnya yang sama juga. Tetapi ketika kekayaannya mencapai 35 Miliar USD beberapa tahun yang lalu, dia berkomitmen untuk menyumbangkan 31 Miliar USD. Lihatlah bagaimana kondisi beliau sekarang. Kekayaannya justru semakin bertambah.

3. Buah yang dihasilkan pohon menghasilkan biji, dan biji tersebut menghasilkan multiplikasi
Hal ini menunjukkan tentang bagaimana hidup kita hendaknya memberi dampak terhadap orang lain. Kepemimpinan bukan sekadar berbicara mengenai posisi/jabatan, tapi pengaruh dan inspirasi yang dapat diberikan kepada orang lain.

Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon. Semoga dapat diambil ibrah dan hikmahnya.

Sumber: wonosari.com

19 April 2012

Ingin Berguru

"Aku, ibumu, adalah orang di dunia ini yang paling mencintaimu dan tidak ada orang lain yang lebih dari aku dalam hal ini. Tetapi Allah lebih mencintaimu dari aku. Dan kalian/kau pun mencintaiku tapi ada yang lebih baik cintanya yaitu cinta Allah padaku. Dan tidak ada yang lebih mencintai kita, siapapun saja, kecuali Allah. Dan Kitapun mencintai Allah dan Rasul lebih dari apapun, lebih dari siapapun." --Neno Warisman--


Mimpi 2012: Izinkan saya Ya Rabb . Saya ingin mengenal dan berguru pada beliau tentang anak. Semoga  ^-^


18 April 2012

Jodohku

"Mama bermimpi lho...." Katanya padaku saat berdiri di pintu kamar.
"Mimpi apa?"kataku sambil menatap ke arah beliau, setelah sebelumnya sibuk dengan tulisan yang harus di ketik.
Mama duduk mendekat di pingir tempat tidur beralas seprei biru. Dua jengkal dari arahku. "Mama bermimpi kamu mendapatkan lelaki tampan, mapan dan hidup bahagia, serta punya mertua yang sayang" Tentang jodoh lagi batinku. Aku tersenyum.
"Amiiiiiiin." Jawabku singkat penuh pengharapan, mimpi itu menjadi kenyataan. Kenyataan yang menyenangkan. Semoga. 
"Ayo cari." Berlalu dari kamar, memunggungiku. Seakan menegaskan, Lihat usiamu sudah kepala dua De atau Beliau sudah tidak sabar mendapatkan mantu lagi, menimang cucu. Batinku meringgis. Aku lantas tenggelam dengan tulisan - tulisan yang harus ku ketik segera.


Jodoh. Ya, aku memang memikirkannya itu. Namun, Aku tak ingin pusing dengan urusan cinta. Aku mengenal kepribadian pria dari saudara - saudara lelakiku dan bapak. Selebihnya tidak. Paling melihat gelagat pria yang mendekat, menggoda dan semacamnya. Aku binggung dengan urusan cinta yang memandang segalanya indah, bukan karena aku tak menyukai keindahan atau membenci sebuah cinta atau aku pernah merasakan sakit hati yang sangat karenanya. Bukan itu maksudku. Sesuatu yang Ah.. bagaimana caraku menjelaskannya ya? Mungkin tangki cintaku penuh dalam keluarga sehingga aku tak perlu merasa isi ulang keluar, ke seorang pemuda. "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan,berupa perempuan-perempuan,anak-anak, harta benda yang bertempuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik” (Ali- ‘imran 114)
Prinsipku ialah selama cintanya itu belum tersentuh dalam pelaminan, tak ada yang namanya cinta sebenarnya. Jadi soal rasa cinta yang datang, biarlah itu ada, karena kita memang mahluk pencinta. Kalau sudah waktunya, jadikan cinta itu halal dimataNya. Mengarungi yang namanya biduk rumah tangga. 

Sudah lama, aku menyerahkan urusan itu padaNya. Bukan. Bukan berarti urusan lainnya aku tak menyerahkan padaNya. Lebih memprioritaskan, urusan Jodoh, Hak PrerogatifNya. Walau tanpa dimintapun memang Dia yang telah menakdirkan ini semua. Tugasku hanyalah memastikan diriku untuk memantaskan diri di hadapanNya. Dan hal ini masih terus belajar. Kenapa mesti memantaskan diri? Kenapa tidak langsung memikat, toh urusannya gampang kan? Mungkin sebagian lain akan mengatakan hal itu. Dan mungkin sebagian lainnya mengetahui memang semestinya harus seperti itu. Memahami maksudku. 
"Lelaki yang baik akan berdampingan dengan perempuan yang baik" 
"Urusan menikah, urusan keturunan." Keturunan yang baik menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas.
"Jodoh aku bernilai 9, sedangkan aku masih bernilai 6, apa mungkin bisa dipertemukan?" Dengan memantaskan diri itulah caranya. 

**
Aku pernah membayangkan ini, saat dipertemukan jodohku nanti, aku kelak akan memintanya sesuatu. Tepat di acara pernikahan kami, akan ku minta ia, membaca lantunan ayat cintaNya, surat An Nur : 30

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An Nuur : 30)